IndexNASIONAL

Hilang Belasan Hari, Dua Remaja Pendaki Gunung Bismo Ditemukan Tewas di Jurang 200 Meter

Jakarta, Satuwarta.id – Dua remaja yakni Alfin Nur Rohmat (18) dan Yufaidin (15) dilaporkan hilang selama belasan hari di Gunung Bismo, Wonosobo, Jawa Tengah. Setelah pencarian yang panjang, keduanya akhirnya ditemukan dalam keadaan tewas di jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter.

Berdasarkan data dari aparat setempat, dua warga Desa Krinjing, Watumalang, Wonosobo, itu diketahui mendaki sejak Selasa (30/6) siang.

“Keterangan dari masyarakat dan saksi itu bahwa sekitar pukul 11.30 WIB korban itu melakukan, bukan pendakian, tapi melakukan kegiatan di gunung. Mereka hanya membawa bekal makanan ringan seperti kerupuk dan sosis,” ungkap Ranger Gunung Prau, Solichun, menjelaskan misi pencarian tersebut, Senin (13/7).

Upaya pencarian sempat dihentikan. Namun, jejak keduanya akhirnya ditemukan di jurang sedalam 200 meter pada Minggu (12/7) pukul 13.00 WIB.

“Untuk ditemukannya itu di jalur yang blank. Karena kemungkinan untuk korban itu jatuh. Di sekitar TKP dicari dengan membawa anjing pelacak itu memang sudah agak-agak bau-bau menyengat,” sebut Solichun.

“Bahkan kita sampai bikin angkor itu dua kali dengan tali sepanjang kurang lebih 100 meter. Itu teman-teman bikin angkor sampai dua kali, berarti 200-an meter lebih. Betul (di jurang), tebing jurang,” lanjutnya.

Solichun mengungkapkan, Tim SAR gabungan sebenarnya telah tiba di lokasi pada Sabtu (11/7) malam. Namun karena waktu sudah larut malam dan sesuai standar operasional prosedur (SOP), tim harus kembali ke pos dan menghentikan sementara operasi pencarian.

“Sudah di lokasi sekitar TKP, cuma karena waktunya sudah larut malam, karena sesuai SOP kita harus kembali ke pos, akhirnya teman-teman ditarik harus undur diri dan pulang. Kebetulan hari itu dilakukan penutupan pas kemarin hari Sabtunya,” terangnya.

“Memang kemarin itu yang sampai ke titik sekitar lokasi tersebut itu hanya beberapa orang,” jelasnya.

Solichun menjelaskan, tim SAR gabungan sempat kesulitan mencari kedua korban karena medan di lereng selatan Gunung Bismo yang lebat pepohonan sehingga sulit ditembus sinar matahari.

“Kesulitannya itu kebetulan Gunung Bismo di bagian lereng selatan itu banyak tempat-tempat yang blank. Jadi banyak jurang-jurang yang curam. Gunung Bismo itu banyak tempat yang memang tidak terkena sinar matahari secara langsung masih sangat rimbun,” bebernya.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo, Sumekto Hendro, mengatakan jenazah kedua remaja tersebut ditemukan oleh relawan dan Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung (Wanadri) di kawasan lembah sekitar Curug Tiga pada akhir pekan lalu, sekitar pukul 13.00 WIB.

“Sebenarnya operasi pencarian sudah ditutup pada Sabtu (11/7) namun tim dari Wanadri berhasil turun ke curug tersebut dan menemukan kedua korban,” kata Sumekto melalui sambungan telepon, Senin (13/7).

Usai keberadaan korban diketahui, Sumekto menyampaikan para relawan kembali ke gunung dan bersama-sama melakukan evakuasi. Proses evakuasi memakan waktu cukup lama hingga malam hari karena medan yang sulit.

“Itu kedalamannya kira-kira sekitar 200 meter. Kondisi hutan juga masih rapat. Berhasil dievakuasi tadi malam,” ujar Sumekto.

Sumekto menduga kedua korban telah meninggal cukup lama saat jenazah mereka ditemukan. Selain itu, posisi ditemukannya kedua jasad tersebut juga berjauhan satu sama lain.

“Dugaannya sudah meninggal lama. Ditemukannya agak berjauhan satu sama lain,” tuturnya.

Usai dievakuasi, Sumekto menyampaikan jenazah kedua korban dibawa ke rumah sakit untuk dibersihsucikan, sebelum akhirnya dibawa ke rumah duka masing-masing untuk dimakamkan.

Gunung Bismo atau Bisma (2.365 mdpl) berada di Kabupaten Wonosobo, tepatnya di perbatasan Desa Campursari dan Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar. Gunung ini merupakan bagian dari kompleks Pegunungan Api Dieng dan populer di kalangan pendaki dengan julukan “nanjak minimal, view maksimal”, meski tetap memerlukan kehati-hatian dalam pendakiannya. (*)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close