NASIONALNEWSNews Feed

LHKPN Dadan Hindayana Tercatat Rp 9 Miliar, Laporan Terbaru Tak Pernah Masuk ke KPK

Jakarta, Satuwarta.id – Pada Selasa malam, 2 Juni 2026, tiga pejabat Badan Gizi Nasional dicopot sekaligus dari jabatan mereka. Presiden Prabowo Subianto menandatangani keputusan pencopotan Dadan Hindayana selaku Kepala BGN, beserta dua wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Sehari kemudian, Kejaksaan Agung menetapkan ketiganya sebagai tersangka dalam dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis.

Yang selamat hanya satu: Nanik Sudaryati Deyang, Wakil Kepala I BGN yang kini naik menggantikan Dadan.

Kini, publik tidak hanya mempertanyakan dugaan korupsinya. Mereka juga menengok isi LHKPN kedua figur itu.

Dadan: Rp 9 Miliar, Tapi Satu Laporan Saja

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara milik Dadan yang tercatat di KPK hanya satu: laporan awal ketika ia mulai menjabat Kepala BGN pada 2024. Nilainya mencapai Rp 9.022.400.000 atau sekitar Rp 9 miliar.

Rinciannya: tanah dan bangunan di Bogor senilai Rp 5,9 miliar; tiga kendaraan. Dua Mazda dan satu Honda HR-V, totalnya Rp 1,4 miliar; harta bergerak lainnya Rp 322 juta; serta kas dan setara kas Rp 1,4 miliar.

Yang menjadi persoalan, laporan periodik setelah ia resmi menjabat tidak pernah masuk. Padahal, ketentuan mewajibkan penyelenggara negara melaporkan kekayaan setiap tahun paling lambat 31 Maret. Apakah ada yang disembunyikan? Tidak ada yang bisa menjawab itu sekarang. Dadan kini berstatus tersangka.

Nanik: Lebih Sederhana, Lebih Tertib

Nanik melaporkan kekayaannya pada Januari 2025, saat masih menjabat Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan. Total hartanya Rp 6.303.290.605, sekitar Rp 2,7 miliar di bawah Dadan.

Kepemilikan propertinya tersebar di delapan aset tanah dan bangunan di Bekasi dan Depok, dengan nilai total Rp 5,4 miliar. Untuk kendaraan, ia memiliki tiga mobil yakni BMW 520i, Toyota Avanza, dan Toyota Fortuner — senilai Rp 705 juta. Sisa Rp 196 juta tercatat sebagai kas dan setara kas.

Dibanding Dadan, portofolio Nanik tampak lebih terdokumentasi. Ia juga lebih tertib dalam pelaporan, setidaknya berdasarkan data yang tersedia.

Ironi di Badan Gizi Nasional

Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk menyentuh perut anak-anak sekolah yang kekurangan gizi. Tapi di internal badan yang mengelolanya, justru terjadi dugaan penyelewengan dana yang kini sedang dibongkar Kejagung.

Sony Sonjaya, salah satu tersangka, disebut-sebut menyimpan lebih dari 26 nama tokoh berpengaruh di ponselnya dan ia menyatakan siap membeberkan semuanya. Ia juga mengaku diperintah oleh pihak tertentu dalam mengelola program itu.

Sementara Nanik yang kini memimpin badan itu belum banyak bicara. Ia mewarisi institusi yang sedang disorot, dengan dua wakil baru di sampingnya: Agustina Arumsari dan Mayjen Eddy Trenggono.

Pertanyaannya bukan lagi siapa yang paling kaya. Pertanyaannya adalah: dari mana kekayaan itu berasal, dan ke mana uang MBG itu pergi. (*)

Sumber data: LHKPN KPK; pemberitaan Tribunnews/Bangkapos, 8 Juni 2026.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close