Tak Sekadar Open House, Navakarya Bhaskarananta 64 Kenalkan Maba PSDKU UB Kediri Pada Potensi Kampus

satuwarta.id – Navakarya Bhaskarananta 64 PSDKU Universitas Brawijaya (UB) Kediri, Minggu (20/09/2026), menjadi ruang bertemunya semangat kemahasiswaan, kreativitas, kewirausahaan hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Mengusung tema “Baskarananta 64: Brawijaya Muda Tangkas-Bersinar”, rangkaian kegiatan tersebut terbagi menjadi dua bagian utama, yakni open house dan green market. Kegiatan ini turut didukung oleh Bank Mandiri, Bank BSI, dan PT. Brawijaya Multi Usaha.
Melalui open house, mahasiswa baru diajak mengenal lebih dekat fasilitas, program akademik, kegiatan nonakademik hingga berbagai organisasi kemahasiswaan yang tersedia di PSDKU UB Kediri.
“Para mahasiswa lama memperkenalkan fasilitas dan kegiatan yang ada di PSDKU. Baik yang sifatnya akademik maupun non-akademik,” ungkap Direktur PSDKU UB Kediri Prof. Dr. Ir. Sholeh Hadi Pramono.
Pengenalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perkuliahan. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai kesempatan pengembangan diri, mulai dari mengikuti riset di luar negeri, keterlibatan dalam riset bersama BRIN, hingga keikutsertaan dalam kompetisi nasional dan internasional.
Prof. Dr. Ir. Sholeh Hadi Pramono menyebut mahasiswa PSDKU UB Kediri juga mendapat kesempatan mengikuti kegiatan di Malaysia. Selain itu, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai lembaga kemahasiswaan yang dapat menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan manajemen.
“Juga memperkenalkan kegiatan lembaga-lembaga kemahasiswaan yang ada di PSDKU sebagai ajang latihan kepemimpinan dan manajemen,” tuturnya.
Semangat kreativitas mahasiswa turut ditampilkan melalui pertunjukan musik. Penampilan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus membangun rasa kebersamaan.
“Bentuk kreativitas mahasiswa, bentuk kreativitas untuk membangun rasa kebersamaan. Di samping itu juga sebagai hiburan di antara teman-teman yang bersangkutan,” katanya.
Selain open house, Navakarya Bhaskarananta 64 juga menghadirkan Green Market. Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ruang transaksi jual beli, tetapi dirancang sebagai laboratorium lapangan bagi mahasiswa untuk belajar bisnis sekaligus mengembangkan konsep zero waste.
Prof. Dr. Ir. Sholeh Hadi Pramono mengatakan, Green Market telah lama digagas sebagai bagian dari upaya pemberdayaan usaha mikro sekaligus memberikan pengalaman praktik kepada mahasiswa dalam bidang bisnis dan perdagangan.
Menurutnya, konsep Green Market tidak berhenti pada aktivitas jual beli. Aspek pengelolaan limbah juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya. Limbah yang muncul dari aktivitas transaksi akan dimanfaatkan dan diolah kembali oleh mahasiswa menjadi produk yang memiliki nilai guna.
“Green market itu bukan sekadar transaksi di bidang pasar jual beli gitu aja, tidak. Tetapi green market itu juga memperhatikan masalah zero waste,” jelasnya lagi.
Green Market dalam kegiatan tersebut menghadirkan 30 tenant. Ketua Panitia sekaligus dosen, Diana Aisyah, menjelaskan sebanyak 15 tenant diperuntukkan bagi internal dan sponsor. Sementara 15 tenant lainnya diisi pelaku UMKM dari masyarakat sekitar kampus.
Tak hanya menghadirkan produk UMKM, rangkaian kegiatan juga menampilkan pameran teknologi tepat guna hasil karya mahasiswa KKN. Pameran tersebut mengangkat tema agrokompleks dan ekonomi sirkular dengan memanfaatkan berbagai limbah rumah tangga maupun pertanian untuk menghasilkan produk yang dapat digunakan kembali.
“Yang ditampilkan karena tema KKN-nya kemarin agrokomplek, terkait agrokomplek, sirkular ekonomi, pemanfaatan, bagaimana kita mengolah limbah. Jadi banyak limbah-limbah dari rumah tangga, pertanian, itu yang dimanfaatkan untuk pakan, sebagai probiotik, POC, seperti itu,” paparnya.
Sementara itu, Ketua EKM PSDKU Universitas Brawijaya (UB) Kediri Pramukya Nagata mengatakan, rangkaian Navakarya Bhaskarananta 64 menjadi bagian dari agenda akhir PKKMB, terutama menjelang malam inaugurasi mahasiswa baru.
Menurutnya, terdapat dua rangkaian utama dalam puncak kegiatan, yakni pengenalan lembaga-lembaga kemahasiswaan dan inaugurasi. Persiapan kegiatan tersebut telah dilakukan selama kurang lebih tiga bulan.
Pramukya mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi seremoni penyambutan mahasiswa baru. Lebih dari itu, mahasiswa baru didorong untuk aktif berorganisasi sekaligus mengembangkan kemampuan selama menjalani perkuliahan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa senior dan lembaga kemahasiswaan diharapkan dapat menjadi fasilitator bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus sekaligus menemukan ruang pengembangan diri.
“Harapannya agar teman-teman juga bisa mau memacu untuk semangat berorganisasi, lalu semangat untuk bagaimana mereka menjalani perkuliahan yang ada di UB Kediri,” pungkasnya.



