PENDIDIKAN

KKN Internasional UNP Kediri Akan Kenalkan dan Lestarikan Budaya Jawa ke Malaysia

Satuwarta.id – Bahasa Jawa, seni tari tradisional, jamu, hingga kuliner Nusantara akan diperkenalkan kepada masyarakat Kampung Paya Dalam, Melaka, Malaysia. Misi tersebut dibawa 20 mahasiswa Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional perdana yang dijadwalkan berlangsung pada 2–7 November 2026.

Bukan sekadar menjalankan pengabdian masyarakat di luar negeri, para mahasiswa itu mendapat tugas memperkenalkan sekaligus merawat warisan budaya Jawa di tengah masyarakat Melayu keturunan Jawa. Mereka akan berinteraksi langsung dengan warga melalui sejumlah pelatihan dan lokakarya kebudayaan yang dikemas secara praktis.

Program ini melibatkan 12 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Kehadiran mahasiswa UNP Kediri di negeri jiran tersebut diharapkan menjadi jembatan untuk mempererat hubungan budaya antara masyarakat Indonesia dan Malaysia yang memiliki akar sejarah serta tradisi serumpun.

Wakil Rektor Bidang Riset, Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Inovasi UNP Kediri, Dr. Agus Muji Santoso, M.Si., mengatakan KKN Internasional merupakan bagian dari upaya kampus memperluas wawasan global mahasiswa. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki jejaring, pengetahuan, dan keterampilan yang mampu menjangkau lingkungan internasional.

“Tujuan KKN Internasional ini adalah meningkatkan wawasan global mahasiswa UNP Kediri agar memiliki jejaring, pengetahuan, dan keterampilan yang tidak hanya berskala nasional, tetapi juga internasional,” ujarnya, usai seremonial pemberangkatan, Jumat 30 Oktober 2026

Namun, ada misi lain yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut, yakni memperkenalkan kembali nilai-nilai warisan budaya Jawa kepada masyarakat keturunan Jawa di Malaysia.

Sebab, keberadaan budaya tidak hanya bergantung pada tempat asalnya, tetapi juga pada kesediaan generasi penerus untuk mengenali, mempraktikkan, dan mewariskannya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNP Kediri, Dr. Ika Santia, M.Pd., menjelaskan pihaknya telah menyiapkan tujuh program unggulan bertema heritage atau warisan budaya. Materi yang diperkenalkan meliputi Bahasa Jawa, tari tradisional, herbal drink, kuliner Nusantara, jamasan pusaka, serta etnocraft Jawa.

“Karena memang temanya adalah heritage atau budaya, maka kami punya tujuh program unggulan yang akan dilaksanakan di sana, mulai dari Bahasa Jawa, tari tradisional, herbal drink, kuliner Nusantara, jamasan pusaka, hingga etnocraft Jawa,” kata Ika.

Sejumlah kegiatan akan dikembangkan menjadi pelatihan langsung. Mahasiswa tidak hanya mengenalkan kekayaan kuliner seperti sambal pecel dan tahu telur, tetapi juga mengajak masyarakat mengenal pembuatan jamu, teknik ecoprint, serta seni dan tradisi Jawa lainnya.

Setiap program juga memiliki target pemberdayaan. Mahasiswa diwajibkan memetakan kemampuan awal masyarakat, melaksanakan kegiatan, kemudian mengevaluasi hasilnya.

Capaian tersebut dituangkan dalam laporan akhir berupa persentase keberhasilan program, disertai dokumentasi dan diseminasi melalui media sosial.

Persiapan matang terus digeber oleh civitas akademika Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri menjelang keberangkatan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional ke Malaysia. Selain penguasaan materi kebudayaan, aspek seni tari menjadi salah satu fokus utama pembekalan yang diberikan kepada para mahasiswa peserta.

Dosen Prodi PG-Paud sekaligus bidang keahlian seni UNP Kediri, Ayu Titis Rukmana Sari, M.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan tari ini dirancang intensif selama dua hingga tiga minggu untuk mengatasi tantangan variasi keterampilan dasar menari di kalangan mahasiswa. Guna memastikan efektivitas latihan, pihak kampus menunjuk tiga mahasiswa pilihan sebagai Person in Charge (PIC) untuk mendampingi rekan-rekan mereka.

“Untuk seluruh mahasiswa juga diharapkan bisa memahami materi tari nanti yang akan diberikan di sana. Tadinya kami memberikan pelatihan tari untuk usia remaja, akan tetapi setelah ada informasi dari sana ternyata remaja tidak boleh, sehingga harus berganti menjadi tari anak-anak,” ujar Ayu.

Ia menambahkan, tarian anak-anak yang akan diajarkan di Kampung Paya Dalam, Malaysia, merupakan karya orisinal hasil produksi dari UNP Kediri. Proses pembekalan ini dibagi menjadi beberapa tahapan, mulai dari pemaparan materi di minggu pertama, pemantapan di minggu kedua, hingga simulasi persiapan keberangkatan di minggu ketiga.

Meski tantangan penyesuaian materi sempat dihadapi, seluruh proses pelatihan dilaporkan tuntas dan siap diterapkannya di lapangan. Nantinya, program pengabdian lintas negara ini tidak hanya berfokus pada pertunjukan seni, tetapi juga menjadi sarana pertukaran budaya (cross-culture) yang bermakna bagi masyarakat rumpun Jawa di negeri jiran.

Bagi mahasiswa, kesempatan ini menjadi pengalaman sekaligus kebanggaan tersendiri. Wisnu Surotama Wardana, mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Sejarah UNP Kediri, mengaku bersyukur terpilih menjadi salah satu peserta yang membawa nama kampus ke luar negeri.

“Motivasi kami sebagai peserta KKN Internasional 2026 UNP Kediri merupakan sebuah suatu kebanggaan tersendiri karena bisa membawa kampus kami untuk menuju ke mancanegara,” ujar Wisnu.

Menurut dia, keikutsertaan dalam program tersebut juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa kebudayaan Jawa layak diperkenalkan kepada masyarakat internasional. Ia berharap pengalaman ini dapat memotivasi mahasiswa lain agar berani membawa identitas budaya daerah ke ruang pergaulan yang lebih luas.

Sebelum diberangkatkan, seluruh peserta telah melalui proses seleksi dan mendapatkan izin dari orang tua. Mereka juga memperoleh pembekalan agar mampu menjalankan program pengabdian sesuai target yang ditetapkan kampus.

Dari sisi pembiayaan, UNP Kediri menerapkan skema sharing fund dan sharing cost. Kampus memberikan subsidi tiket, pembuatan paspor, serta bantuan transportasi. Sementara kebutuhan biaya lainnya ditanggung bersama oleh peserta.

Mahasiswa yang mengikuti KKN Internasional juga mendapatkan dispensasi dari kewajiban KKN reguler. Sertifikat internasional yang diperoleh dapat direkognisi untuk konversi Satuan Kredit Semester (SKS), baik mata kuliah KKN maupun mata kuliah lain yang relevan.

Agus menambahkan, program perdana ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kerajaan Malaysia melalui Gaza Bersatu serta kolaborasi Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).

Melalui kegiatan tersebut, UNP Kediri berharap pengabdian mahasiswa tidak berhenti pada selesainya agenda di Malaysia. Lebih dari itu, pengalaman lintas negara dan pengenalan budaya Jawa diharapkan memperkuat kontribusi kampus dalam membangun jejaring pendidikan serta memperluas reputasinya di kawasan ASEAN.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close