Harga Lebih Terjangkau, Gerakan Pangan Murah Ramadhan Diserbu Warga Kediri

satuwarta.id – Selama bulan Ramadhan 2026, masyarakat Kabupaten Kediri memiliki pilihan baru untuk berbelanja kebutuhan pokok. Banyak warga memilih mendatangi titik-titik Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar pemerintah daerah di berbagai wilayah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri drh Tutik Purwaningsih menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok sekaligus menjaga stabilisasi harga selama Ramadhan.
“Untuk memastikan ketersediaan dan stabilisasi harga bahan pokok bagi masyarakat selama momen Ramadhan 2026. Masyarakat bisa mendapatkan harga yang tidak melebihi HET,” ujar Tutik.
Ia menambahkan, GPM digelar secara masif di berbagai wilayah Kabupaten Kediri dengan total 19 titik lokasi yang dilaksanakan secara bergantian. Penentuan lokasi kegiatan dilakukan berdasarkan usulan dari kecamatan serta peta ketersediaan bahan pokok di masing-masing wilayah.
“Penentuan lokasi berdasarkan usulan dari kecamatan dan peta ketersediaan bahan pokok di lokasi kegiatan,” tambahnya.
Dalam setiap pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, telur, cabai, bawang merah, bawang putih, hingga aneka produk UMKM lokal.
Untuk memastikan ketersediaan komoditas utama, sejumlah pihak turut dilibatkan. Beras disuplai dari Bulog dengan jumlah sekitar 1 hingga 1,5 ton setiap kegiatan. Sementara gula disediakan sekitar 5 kuintal hingga 1,5 ton, dengan pembelian dibatasi maksimal 5 kilogram per orang karena stok terbatas.
Sedangkan minyak goreng Minyakita yang dipasok oleh distributor dijual dengan harga Rp15.700 per liter dan dibatasi dua liter per orang. Untuk beras SPHP dijual dengan harga Rp57.000 per kemasan 5 kilogram tanpa pembatasan jumlah pembelian.
Sementara itu, komoditas lain seperti bawang merah dan cabai sebagian besar dipasok dari pelaku UMKM lokal.
Antusiasme masyarakat dalam setiap pelaksanaan GPM terbilang tinggi. Beberapa komoditas bahkan cepat habis diborong warga, terutama gula, minyak goreng, telur, dan beras. Di beberapa lokasi, bawang merah dan cabai juga menjadi komoditas yang cepat ludes karena selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan di pasaran.
Di pasaran, harga gula saat ini berkisar antara Rp17.000 hingga Rp18.000 per kilogram, sedangkan dalam GPM dijual sekitar Rp15.000 per kilogram. Begitu pula dengan minyak goreng yang di pasar umum mencapai Rp18.000 per liter, sementara di GPM dijual Rp15.700 per liter.
Salah satu warga, Suparmi, mengaku membeli gula karena harganya lebih murah dibandingkan di toko.
“Harganya lebih murah, lebih terjangkau. Kalau dibandingkan di toko selisihnya lumayan, ada yang Rp1.500 sampai Rp2.000. Bagi ibu rumah tangga tentu sangat membantu,” ujarnya, Jumat (13/03/2026) usai berbelanja di GPM Balai Desa Pehwetan, Kecamatan Papar.
Hal serupa disampaikan warga lainnya, Sriatun, yang membeli bawang merah, bawang putih, telur, dan minyak goreng.
“Harganya lebih murah dibandingkan di luar. Kalau di luar bawang merah sekitar Rp28.500 per kilogram, di sini tadi Rp25.000. Sangat membantu karena telur dan minyak juga ada selisih harga,” katanya. tam



