
satuwarta.id — Wakil Ketua Umum PBNU Bidang Digital Native, Teknologi, Budaya, dan Komunikasi, Ipang Wahid mengungkapkan Nahdlatul Ulama (NU) membuka ruang kolaborasi dengan perusahaan teknologi dan korporasi besar.
Langkah tersebut ditujukan untuk membuka akses pelatihan, magang, pengembangan usaha hingga peluang kerja bagi santri dan warga NU.
“NU sudah punya jaringan sosial yang luar biasa. Tantangannya sekarang adalah mengubahnya menjadi ekosistem digital, lalu berkolaborasi dengan banyak pihak, termasuk perusahaan teknologi, agar terbuka akses ilmu, pasar, dan peluang bagi generasi baru,” ujar Gus Ipang usai pengumuman susunan pengurus PBNU di Gedung PBNU Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Ipang menyebut perusahaan teknologi global seperti Microsoft, Google, dan IBM berpeluang diajak bekerja sama dalam pelatihan, pendampingan, serta pengembangan keterampilan.
Sementara itu, korporasi di luar sektor teknologi juga dapat dilibatkan untuk membuka akses magang, pengembangan usaha, dan lapangan kerja.
“Jejaring NU harus menjadi akses nyata. Technosantri harus punya kesempatan belajar dan bekerja, dan manfaatnya harus menjangkau santri, keluarga pesantren, dan warga NU secara lebih luas,” katanya.
Selain teknologi, santri dinilai perlu mendapat pembelajaran vokasi, kewirausahaan, pengelolaan usaha, serta akses pasar digital. Bekal tersebut diharapkan membuat lulusan pesantren memiliki kedalaman spiritual dan pemahaman agama sekaligus keterampilan yang dibutuhkan di tengah perkembangan zaman.
Seluruh gagasan tersebut, lanjut Gus Ipang, akan dimatangkan bersama jajaran pengurus PBNU sesuai arahan Rais Aam dan Ketua Umum. “Kita ingin santri yang kuat akarnya, luas jejaringnya, menguasai teknologi, dan punya kesempatan untuk mandiri,” pungkas Gus Ipang. tam



