Pengamanan Sidang Pleno Muktamar ke-35 NU, Begini Pernyataan Ketua Umum PP Pagar Nusa

Satuwarta.id – Pagar Nusa hadir di arena Muktamar semata-mata untuk menjalankan khidmah menjaga keamanan, ketertiban, dan marwah Muktamar Nahdlatul Ulama. Kami tidak berada pada kepentingan kandidat atau kelompok mana pun.
Terkait dinamika yang terjadi di sekitar arena sidang pleno, kami mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan menghormati mekanisme persidangan. Perbedaan pandangan dan pilihan merupakan bagian dari dinamika organisasi, tetapi jangan sampai berkembang menjadi tindakan yang mengganggu jalannya Muktamar.
Terlebih, kita sedang bermuktamar di Tambakberas. Di bumi ini terbaring jasad salah seorang muassis dan penggerak utama Nahdlatul Ulama, KH Abdul Wahab Chasbullah (Mbah Wahab). Sudah sepatutnya kita menjaga adab di hadapan para masyayikh. Jangan sampai di tempat yang menyimpan jejak perjuangan dan pengabdian beliau, kita justru mempertontonkan pertengkaran yang mencederai persaudaraan sesama Nahdliyin.
Pengerahan personel Pagar Nusa dilakukan untuk membantu panitia memastikan sidang dapat berlangsung aman dan tertib serta mencegah terjadinya gesekan yang lebih luas. Saya sudah menginstruksikan seluruh anggota Pagar Nusa agar bertindak secara terukur, tidak mudah terpancing, tidak melakukan tindakan provokatif, dan mengedepankan pendekatan persuasif.
Muktamar adalah forum tertinggi jamâiyyah. Karena itu, apa pun perbedaan yang ada harus diselesaikan melalui mekanisme organisasi dan permusyawaratan, bukan melalui tekanan ataupun kekuatan di lapangan.
Tugas kami sederhana: menjaga para kiai, menjaga peserta, menjaga forum, dan memastikan Muktamar dapat berjalan dengan aman sampai selesai. Pagar Nusa akan tetap berdiri pada posisi khidmah, bukan pada kepentingan politik kandidat.
Mari kita jaga Tambakberas, kita jaga kehormatan Muktamar, dan kita jaga persaudaraan. Jangan sampai para muassis yang telah mewariskan NU kepada kita justru kita kecewakan karena kita tidak mampu menjaga adab dalam berbeda pilihan.



