Waspada Wabah Hantavirus, Sejumlah Negara Lacak Penumpang Kapal Pesiar MV Hondius

SATUWARTA.ID – Berbagai negara mulai bergerak cepat melacak warganya yang sempat berada di kapal pesiar MV Hondius usai muncul wabah hantavirus di kapal tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar penyebaran virus tidak meluas ke berbagai negara.
Wabah tersebut dilaporkan menyebabkan tiga orang meninggal dunia, terdiri dari pasangan asal Belanda dan seorang warga Jerman. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sedikitnya lima orang telah dipastikan terinfeksi, sementara sejumlah penumpang lainnya masih dalam pemantauan.
MV Hondius sebelumnya sempat singgah di Pulau St. Helena di Samudra Atlantik Selatan pada 24 April lalu. Operator kapal kemudian menghubungi seluruh penumpang yang turun di lokasi tersebut. Para penumpang diketahui berasal dari sedikitnya 12 negara, termasuk Amerika Serikat dan Inggris.
WHO menyatakan risiko penularan kepada masyarakat umum masih tergolong rendah. Namun, virus Andes yang ditemukan pada sebagian kasus diketahui memiliki kemungkinan penularan antarmanusia, meski kasusnya sangat jarang.
Direktur Penanganan Epidemi dan Pandemi WHO Maria Van Kerkhove menegaskan situasi ini berbeda dengan pandemi COVID-19. Menurutnya, hantavirus memiliki karakteristik penyebaran yang berbeda dan tidak semudah coronavirus dalam menular.
Saat ini WHO tengah menyiapkan panduan penanganan bagi penumpang kapal. MV Hondius dijadwalkan tiba di Kepulauan Canary dalam beberapa hari mendatang sebelum para penumpang melanjutkan perjalanan kembali ke negara masing-masing.
Sejumlah negara juga mulai melakukan pemantauan terhadap warganya yang diketahui pernah berada di kapal tersebut. Otoritas kesehatan di beberapa negara menyebut risiko bagi masyarakat umum masih rendah, namun langkah antisipasi tetap dilakukan. (*)



