Warga Terdampak Sumur Tercemar di Ploso Lor Kediri Mulai Terima Droping Air Bersih
satuwarta.id – Warga Desa Ploso Lor, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, mulai menerima bantuan distribusi air bersih setelah sumur-sumur mereka tercemar dan tidak lagi layak dikonsumsi. Bantuan ini merupakan respon dari PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Manajemen KSO Kebun Dhoho, menyusul laporan warga mengenai perubahan warna dan aroma air sumur.
Manajer Keuangan dan Umum KSO Kebun Dhoho PT SGN Ardi Medianto Putra menyampaikan, pihaknya menyalurkan air bersih ke sejumlah titik yang terdampak. Total ada delapan tandon air masing-masing berkapasitas 1.000 liter untuk kebutuhan warga.
“Saat ini ada 8 tandon yang terdiri dari 7 tandon PT SGN dan 1 tandon milik warga,” ujar Ardi, Jumat (11/4/2025).
Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 18 Kartu Keluarga (KK) atau sekitar 15–16 rumah tangga yang menerima distribusi air bersih. Mekanisme pendistribusian dilakukan dengan skema satu tandon untuk tiga rumah, dengan pengisian dilakukan satu kali dalam sehari.
Salah satu warga terdampak, Bintoro Edi, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan tersebut. Meski kebutuhan air belum sepenuhnya tercukupi, ia tetap mengapresiasi upaya bantuan yang diberikan.
“Kemungkinan belum cukup untuk satu hari karena cepat habis, tapi kami tetap berterima kasih karena sudah dibantu air bersih,” ungkapnya.
Serupa dengan Buduah, warga terdampak sumur tercemar tersebut mengaku sangat bersyukur atas bantuan air bersih yang diberikan. Selama sumurnya tercemar, perempuan berusia 60 tahun itu harus berjuang mengambil air bersih dari rumah saudaranya.
“Selama ini bau airnya nggak enak, buat masak nggak bisa. Jadi terima kasih sudah ada air bersih buat kebutuhan sehari-hari,” ucap Buduah.
Sebagaimana diketahui, pencemaran air sumur warga diduga berasal dari limbah atau blotong hasil aktivitas pabrik gula yang berlokasi dekat dengan permukiman. Akibatnya, sebagian warga terpaksa mengambil air dari Sungai Guyangan Plosoklaten atau bahkan membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Menanggapi dugaan pencemaran tersebut, lanjut Ardi, pihaknya enggan memberikan keterangan lebih lanjut. Pihaknya menegaskan akan menunggu hasil uji laboratorium yang saat ini sedang ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri.
“Karena dari beberapa hasil memang ditemukan ada beberapa zat yang belum sesuai dengan pupuk yang sempat kita tabur di lahan tersebut,” akunya.
Sebelumnya, DLH Kabupaten Kediri telah mengambil sampel air dan tanah pada Kamis (10/4/2025) untuk diuji laboratorium. Proses pengujian dilakukan oleh PT Graha Mutu Persada, laboratorium terakreditasi di Mojokerto, Jawa Timur. Hasil resmi diperkirakan akan keluar dalam dua pekan setelah sampel diterima.
Terkait tambahan droping air bersih, DLH Kabupaten Kediri telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri untuk menyalurkan tambahan air bersih ke Desa Ploso Lor, Plosoklaten. Saat ini kedua instansi tersebut berkoordinasi penjadwalan droping.ind



