NEWSNews Feed

Warga Desa Ploso Lor Berharap Air Sumur Bisa Kembali Normal

satuwarta.id – Warga Desa Ploso Lor, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri menghadapi kesulitan akibat tercemarnya air sumur di wilayah mereka. Sejumlah warga terpaksa menggunakan air sungai dan membeli air bersih karena air sumur mereka berubah warna dan berbau menyengat.

Sismanto, salah satu warga Desa Ploso Lor yang terdampak, mengungkapkan bahwa air sumur miliknya yang memiliki kedalaman sekitar 5 meter awalnya tampak mengilap seperti mengandung minyak, kemudian berubah menjadi hitam, dan kini berwarna kuning berkarat. Ia menyebut, perubahan ini mulai terjadi sejak awal tahun 2025. “Pertama kali terjadi pada Januari 2025. Sebelumnya tidak pernah seperti ini, meskipun sumurnya jarang dipakai,” ujarnya.

Begitu pula dengan Munaim, warga Desa Ploso Lor, Plosoklaten mengaku selama ini cukup kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam sehari, ia sampai membeli 2-3 galon, bahkan mencari air dari Sungai Guyangan hingga 750 liter. “Kalau ada uang beli galon untuk kebutuhan memasak dan mandi. Kalau nggak gitu minta bantuan numpang ke tetangga,” ungkapnya.

Dengan kondisi yang dirasakan, Munaim berharap kualitas lingkungan dan air sumur warga dapat kembali normal seperti sediakala. Terlebih, saat ini tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri telah mengambil sampel air dan tanah di lokasi setempat guna diuji menggunakan laboratorium sebagai parameter dalam menyelesaikan persoalan tersebut. “Harapannya, kondisi air bisa kembali normal seperti semula,” ujar Munaim.

Sebagaimana diketahui, perubahan warna dan bau menyengat itu diduga tercemar akibat limbah pabrik gula atau blotong yang dibuang ke lahan kosong berjarak hanya sekitar 12 meter dari permukiman. Meskipun warga sempat mencoba menguras sumur, kondisi air tetap tidak membaik. Akibat pembuangan blotong itu, setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras sejak awal 2025, limbah diduga meresap ke dalam tanah dan mencemari sumber air bawah tanah milik warga.

Sementara, Kepala DLH Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti menjelaskan, seluruh sampel akan diuji menggunakan laboratorium terakreditasi di Mojokerto, Jawa Timur, yakni PT Graha Mutu Persada. Hasil pengujian laboratorium diperkirakan akan keluar dalam waktu dua pekan setelah sampel diterima. Data ini nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan lebih lanjut.

“Sampel air akan kami uji untuk mengetahui seluruh parameter kualitas air secara menyeluruh,” pungkasnya.ind

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close