
satuwarta.id – Sebanyak 2.241 atlet dari berbagai kelompok usia ambil bagian dalam Indonesia Challenge Taekwondo Championship Piala Kemenpora RI yang digelar di GOR Jayabaya, Kota Kediri. Kejuaraan ini berlangsung dari tanggal 3-6 Juli 2025. Kejuaraan nasional ini berstatus Grade C dan diikuti oleh atlet dari 93 klub taekwondo yang berasal dari lima provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, Jawa Barat, dan Bali.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mengungkapkan bahwa menjadi tuan rumah ajang ini merupakan suatu kehormatan bagi Kota Kediri. Ia juga berharap kejuaraan ini bisa menjadi momentum untuk membangkitkan semangat olahraga taekwondo di daerahnya.

“Sesuai tema kejuaraan nasional Taekwondo ini yakni Dari Kota Kediri Untuk Indonesia Bersatu Berprestasi, semoga kejuaraan serupa seperti ini dapat menjadi kegiatan rutin tahunan. Hal itu juga sesuai dengan visi misi Pemerintah Kota Kediri yaitu mewujudkan Kota Kediri yang Mapan khususnya visi Kota Kediri yang Ngangeni,” tuturnya, Sabtu (05/07/2025).
Sekretaris Ketua Panitia Joko Arianto menyampaikan bahwa keikutsertaan atlet dalam ajang ini sangat tinggi, bahkan pihak panitia harus melakukan pembatasan peserta agar pelaksanaan berjalan lancar. “Antusiasmenya sangat tinggi. Itu sudah kita batasi, kalau tidak bisa lebih 5 provinsi yang ikut,” tutur Joko.
Ia menambahkan bahwa ajang ini diikuti oleh berbagai level atlet, mulai dari pemula hingga atlet nasional. Bahkan, pertandingan final di kelas under 46 kg diisi oleh atlet nasional dari Bali dan Jawa Tengah. “Yang dari Jawa Tengah, Bali itu atletnya yang dikirim bagus-bagus. Kemarin ada yang masuk final itu malah atlet nasional, yang under 46 kg dari Bali sama Jawa Tengah,” jelasnya.

Kejuaraan ini memperlombakan hampir semua kelompok usia dan kelas berat, dari siswa SD hingga kategori prestasi. “Mulai pemula sama prestasi. Di pemula itu ada yang kelas SD kelas 1, 2, 3, ada semua di kelompok umurnya. Kalau yang sudah bagus itu di prestasi, juga dikelompokkan umur, juga ada berat badannya juga,” tambahnya.
Selain sebagai ajang persaingan, banyak atlet yang memanfaatkan kejuaraan ini untuk menambah jam terbang dan pengalaman bertanding. Salah satunya adalah Rahlil Farrel, atlet dari Kota Semarang. “Saya ikut karena sekalian try out jelang Porprov Jateng. Semoga bisa mendapatkan hasil terbaik di kejuaraan ini,” tukasnya.
Kejuaraan ini juga menjadi bagian dari strategi pembinaan jangka panjang Kota Kediri dalam mempersiapkan atlet masa depan. Pada Porprov Jatim 2025, Kota Kediri berhasil meraih juara umum kedua untuk cabor Taekwondo, dan kini menargetkan hasil yang lebih baik ke depannya.
“Mudah-mudahan 2 tahun lagi Porprov-nya kita bisa menjadi juara umum. Nah persiapannya di sini. Kemudian yang juara Porprov, inginnya dipersiapkan untuk Pra PON. Jadi jenjangnya dimulai dari (kejuaraan) seperti ini,” ujar Joko Arianto, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Cabor Taekwondo Kota Kediri.
Lebih dari itu, penyelenggaraan event berskala besar seperti ini juga diharapkan bisa menarik minat masyarakat dan mendukung pertumbuhan sport tourism di Kota Kediri. tam



