Ratusan Calon Perangkat Desa di Kab Kediri Ikuti Ujian Serentak

satuwarta.id – Puluhan desa di Kabupaten Kediri melangsungkan ujian pengangkatan perangkat desa secara serentak, Kamis, (09/12/2021). Dipusatkan di kawasan Simpang Lima Gumul ujian serentak ini diikuti ratusan calon perangkat desa dan dikoordinasikan bersama oleh Paguyuban Kepala Desa (PKD) Kabupaten Kediri.
Menggandeng UIN Tulungagung, sebagai pihak ketiga ujian terbagi menjadi dua yakni ujian tulis dan ujian kompetensi teknologi. Ada 68 desa yang melangsungkan ujian dibawah koordinasi bersama PKD. Di Convention Hall Simpang Lima Gumul diikuti peserta dari 46 desa, sementara di Basement Monumen Simpang Lima Gumul diikuti peserta dari 22 desa.
” Total hari ini yang melakukan ujian pengisian perangkat ada 664 peserta, untuk 164 formasi atau lowongan. Alhamdulillah pelaksanaan berjalan lancar, aman, terkendali. Mudah-mudahan dari hasil ujian pengisian perangkat yang dilakukan pada hari ini mendapatkan hasil perangkat desa yang berkualitas. Artinya yang mutunya bagus, yang bisa membawa desa ke depan lebih baik, ” ujar Ketua PKD Kabupaten Kediri Imam Jamiin.
Pria yang juga Kepala Desa Kalirong, Kecamatan Tarokan, itu mengatakan pelaksanaan ujian secara serentak dilakukan agar formasi perangkat desa yang kosong bisa cepat terisi dan mendukung kinerja pemerintahan desa. Selain itu anggaran pengisian perangkat desa juga masuk di anggaran tahun 2021 sehingga tahun ini harus selesai.
” Karena memang banyak kebutuhan perangkat desa. Contohnya Desa Medoyo, satu desa itu ada 20 posisi kosong. Artinya yang kosong sudah banyak, ” tambahnya lagi.
Untuk hasil pengumuman sendiri akan dibawa oleh panitia desa masing-masing dan diumumkan di Balai Desa langsung hari ini.
“Tidak boleh ditunda. Hari ini harus diumumkan. Mudah-mudahan saja jangan sampai malam. Nanti biar teman-teman panitia desa biar segera pulang ke desanya masing-masing dan mengumumkan di desanya, ” tambah Imam Jamiin lagi.
Sementara ujian serentak ini diawasi langsung oleh tim monitoring atau satgas yang terdiri dari Inspektorat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) dan Bagian Hukum Setda Kabupaten Kediri.
” Kita (satgas) memantau apakah setiap tahapan sesuai ketentuan. Kita melihat proses ujian apakah sudah fair, apakah peserta benar-benar dijauhkan dari praktek yang kurang tepat misal mencontek kita mengawasi di ruang Sama seperti yang kemarin di Pagu, Setiap tahapan mulai tahap pertama kedua dan proses penilaian teman-teman mengawal, apakah sudah dilakukan dengan transparan,” ujar Plt Kepala Inspektorat Kabupaten Kediri Wirawan. bby



