News Feed

Puncak Kemarau, Warga Dihimbau Waspada Kebakaran Lahan

satuwarta.id – Meski ancaman kebakaran lahan rendah, Pemkot Kediri terus melakukan antisipasi adanya kekeringan dan kebakaran lahan di beberapa titik di Kota Kediri, terutama di puncak musim kemarau seperti saat ini.

Kasatpol PP Kota Kediri, Eko Lukmono Hadi meminta masyarakat selalu waspada dan tidak sembarangan membuang puntung rokok atau melakukan kegiatan bakar-bakar.

” Saat musim kering berangin seperti ini, jika tidak hati-hati, bisa menimbulkan bencana kebakaran”, Ujar Eko Lukmono.

Sementara itu, Kepala UPT DamKar Kota Kediri Fanni Eryanto beberapa kali terjadi kebakaran lahan tebu karena petani tidak bisa mengendalikan api saat membakar lahan sisa panen.

” Demikian pun kegiatan membakar sampah, selain menimbulkan polusi, api yang ditimbulkan bisa merembet kemana-mana jika tidak diawasi,” ujar Fanni.

Sementara untuk mencegah kebakaran lahan koordinasi dengan kelompok tani juga dilakukan oleh Lurah Ngronggo, Heru Sugiarto. Hal ini dilakukan karena wilayahnya yang berdekatan dengan lahan perkebunan tebu, sehingga rawan kebakaran lahan.

“Kami mewanti-wanti para petani untuk tidak membakar daduk bekas panen tebu saat angin kencang. Kalaupun harus membakar daduk, yang paling penting tidak ditinggal sebelum api padam, selalu diawasi,” ujar Heru.

Ia menyampaikan, sempat terjadi kebakaran lahan tebu yang belum dipanen dekat pemukiman warga. Kebakaran diduga berasal dari rembetan api pembakaran sisa panen tebu di lahan yang lain. Api berhasil dipadamkan setelah 1,5 jam oleh tim Pemadam Kebakaran Kota Kediri.

Berkaitan dengan kekeringan, Lurah Pojok, Erly Maya Muryati menyampaikan bahwa pada tahun 2020, di Kelurahan Pojok telah dibangun sumur dengan kedalaman 120 meter yang terletak di RT 24 dan sudah digunakan oleh warga.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menghimbau warga Kota Kediri untuk menjaga lingkungan dan saling mengingatkan jika ada hal yang membahayakan

“Pemkot Kediri tetap siaga mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan dan kekeringan. Masyarakat diharapkan membekali diri dengan pengetahuan tentang penanganan bencana,” ujar Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. bby

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close