Perkuat Komitmen, Pelajar Kabupaten Kediri Ikrar Ramadan Tanpa Petasan – Kekerasan

satuwarta.id – Sebanyak kurang lebih 275 ribu pelajar se-Kabupaten Kediri mengikuti apel dan pembacaan Ikrar Pelajar dalam rangka menjaga situasi Ramadan dan Idul Fitri tetap aman serta kondusif. Kegiatan ini diikuti peserta didik mulai dari jenjang TK, SD, MI, SMP, MTs, SMA hingga SMK.
Dalam ikrarnya, para pelajar menyatakan komitmen untuk menghormati dan melaksanakan ibadah Ramadan dan Idul Fitri tanpa petasan, menghindari segala bentuk kekerasan dan perundungan, menaati peraturan lalu lintas serta menjauhi rokok dan narkoba. Selain itu, mereka juga berjanji untuk giat belajar, tidak menikah di usia dini, dan tidak putus sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin, menjelaskan bahwa apel dan ikrar tersebut merupakan upaya membiasakan pelajar hidup disiplin dan tertib.
“Hari ini kita menyelenggarakan apel ikrar pelajar dalam rangka menjaga situasi Ramadan dan Idul Fitri yang kondusif. Total pesertanya sekitar 275 ribu pelajar, bahkan bisa lebih jika termasuk TK,” ujarnya seusai mengikuti apel ikrar pelajar di SMPN 1 Ngasem, Selasa, (03/03/2026).
Muhsin menambahkan, kegiatan ini juga merupakan implementasi arahan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, yang menekankan pentingnya menciptakan suasana Ramadan tanpa kegaduhan serta mendorong seluruh elemen masyarakat untuk mengatasi persoalan pendidikan.
Beberapa isu yang menjadi perhatian di antaranya pencegahan pernikahan dini, penanganan angka putus sekolah, serta pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan.
Muhsin berharap, ikrar tersebut mampu mencegah terjadinya korban akibat petasan selama Ramadan dan Idul Fitri. Selain itu, ia juga ingin para pelajar semakin termotivasi untuk belajar demi masa depan yang lebih baik.
Terkait kemungkinan adanya pelanggaran, seperti penggunaan petasan, pihaknya meminta guru dan kepala sekolah untuk melakukan pengawasan dan pembinaan.
Muhsin juga menegaskan pentingnya kolaborasi dengan aparat TNI dan Polri, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas, dalam memberikan penyuluhan serta pencegahan di masyarakat.
“Kalau di sekolah, bapak-ibu kepala sekolah, bapak-ibu guru bisa memantau tapi kalau sudah di masyarakat kan ini akan dibantu Babinsa, Bhabinkamtibmas dan semua unsur pemerintah, semua tokoh masyarakat bisa mencegah mengingatkan (menghindari) hal-hal yang tidak ada gunanya,” pungkasnya.
Harapan senada juga diungkapkan Kepala Sekolah SMPN 1 Ngasem Berdi Prayitno. Para pelajar, khususnya, siswa SMPN 1 Ngasem diharapkan benar-benar mematuhi dan menerapkan ikrar yang telah diucapkan bersama-sama.
“Dengan demikian anak-anak tidak lagi untuk membunyikan petasan, dan bisa mengajak lingkungan sekitarnya untuk melakukan hal yang sama,”ungkapnya. tam



