News Feed

Pembekalan Munas X LDII, Ponpes Wali Barokah Perkuat Peran Santri dalam Isu Lingkungan

Jakarta – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menggelar kegiatan pembekalan dalam Musyawarah Nasional (Munas) X, dengan mengusung tema “Ekoteologi dalam Praktik: Peran Ormas Islam Membangun Kesadaran Lingkungan Berbasis Nilai Agama”, pada Rabu (8/4). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kontribusi ormas Islam terhadap isu lingkungan yang semakin mendesak.

Hadir sebagai narasumber, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., Direktur Penerangan Agama Islam, Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, yang menyampaikan bahwa isu lingkungan kini menjadi bagian penting dari program prioritas pemerintah, termasuk dalam lingkup Kementerian Agama.

Dalam paparannya, ia menegaskan pentingnya pendekatan agama dalam membangun kesadaran ekologis masyarakat.

“Ketika kita berbicara tentang lingkungan dengan bahasa agama, maka pesan itu akan lebih mudah diterima oleh masyarakat. Para tokoh agama, santri, dan pondok pesantren memiliki peran strategis untuk menanamkan kesadaran menjaga alam sebagai bagian dari ibadah,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa konsep ekoteologi merupakan bagian dari upaya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.

“Manusia memiliki peran sebagai khalifah di bumi, yang bertugas menjaga keseimbangan alam. Jangan sampai kita mewariskan bumi dalam kondisi rusak kepada generasi mendatang. Menjaga lingkungan adalah bentuk tanggung jawab moral dan spiritual kita,” tambahnya.

Selain itu, ia menyoroti persoalan global seperti perubahan iklim, pemanasan global, hingga meningkatnya limbah makanan yang menjadi tantangan bersama.

“Kerusakan lingkungan bukan semata karena kurangnya sumber daya, tetapi karena perilaku manusia. Oleh karena itu, kesadaran berbasis nilai agama menjadi sangat penting untuk mengubah pola hidup masyarakat,” jelasnya.

Ketua LDII Kota Kediri, H. Agung Riyanto, menyambut baik pembekalan tersebut sebagai bekal strategis dalam Munas X.

“Tema ekoteologi ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. LDII berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menjaga lingkungan melalui pendekatan keagamaan, sehingga kesadaran masyarakat dapat tumbuh dari nilai-nilai iman dan takwa,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Pondok Pesantren Wali Barokah, Daud Soleh, menegaskan pentingnya peran pesantren dalam implementasi ekoteologi.

“Pesantren memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter santri yang peduli lingkungan. Melalui pembiasaan dan pendidikan berbasis nilai agama, kami mendorong santri untuk menjaga kebersihan, mengelola lingkungan, dan menerapkan gaya hidup yang ramah lingkungan,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir gagasan dan program konkret yang dapat diimplementasikan oleh LDII dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, sejalan dengan nilai-nilai agama dan semangat pembangunan berkelanjutan.

Di samping itu, Daud juga menyampaikan apresiasi dan harapan besar agar Direktorat Jenderal Pesantren secepatnya diundangkan dalam Lembaran Negara.

“Kami sangat berharap peran strategis Ditjen Pesantren betul-betul bisa hadir dalam mengawal pondok pesantren mencetak generasi penerus dan pendakwah yang berkarakter luhur, serta berkontribusi untuk mengisi pembangunan bangsa dan negara,” pungkas Daud.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close