Pekerja Migran Asal Kabupaten Kediri Kembali Meningkat Pada 2024

satuwarta.id – Jumlah Pekerja Imigran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Kediri kembali meningkat. Pada 2024, peningkatan itu terdapat kurang lebih 543 orang jika dibandingkan dengan tahun 2023.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kediri Ibnu Imad menyampaikan, jumlah pekerja migran mencapai 1.607 orang pada tahun 2024. Jumlah tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun 2023 yang hanya sebesar 1.064 orang.
“Ada peningkatan sebesar 543 orang,” kata Ibnu, Rabu (22/1/2025).
Pihaknya menjabarkan, dari 1.607 pekerja migran yang terdaftar pada 2024, sekitar 50 persen diantaranya memutuskan untuk kembali menjadi pekerja migran setelah sebelumnya pulang ke Indonesia.
Adapun, Pekerja Migran Indonesia dari Kabupaten Kediri cenderung memilih bekerja di Negara Taiwan yang mencapai 647 orang, Hongkong 554 orang, dan Malaysia 160 orang. Tersisa 246 yang tersebar di Qatar, Brunei Darussalam, dan Singapura.
“Dari angka itu, yang merupakan PMI balik lagi sekitar 50 persen,” ungkapnya.
Menurutnya, sebagian masyarakat Kabupaten Kediri memutuskan untuk menjadi pekerja migran dikarenakan potensi gaji bekerja di luar negeri yang lebih menjanjikan. Seperti halnya di Taiwan berkisar 10 juta untuk sektor informal dan 13 juta di sektor formal.
Di sisi lain, terkait perhatian kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kediri, pemerintah daerah pada 2024 juga telah menjalankan beberapa program pelatihan, seperti pelatihan barista, pelatihan teknisi AC, dan pelatihan kompetensi lain dengan sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang diharapkan bisa mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Kediri.ind



