satuwarta.id – Cabang olahraga (cabor) panahan Kabupaten Kediri menetapkan target cukup tinggi pada gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025. Setelah melalui proses seleksi dan pembinaan yang panjang, tim panahan membidik dapat membawa pulang dua medali emas, dua perak, dan dua perunggu.
Target ini bukan tanpa dasar. Prestasi gemilang yang diraih dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panahan Jawa Timur pada Mei 2025 menjadi acuan utama. Dalam ajang tersebut, tim panahan Kabupaten Kediri berhasil meraih tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu.
“Ini (hasil Kejurprov) yang menjadi parameter utama bagi kami,” ujar Ketua Harian Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kabupaten Kediri Didik Susanto, Senin, (02/06/2025).
Mengenai persiapan, Didik menjelaskan bahwa kerangka tim telah mulai dibentuk sejak Oktober 2024, saat menjelang Kejurprov yang digelar di Lapangan Wonerjo, Kecamatan Wates. Saat ini, tim inti telah terbentuk dengan sembilan atlet yang akan diturunkan di Porprov 2025.
Kesembilan atlet tersebut akan berlaga di dua divisi utama, yakni Recurve dan Standar Nasional. Untuk divisi Recurve, tiga atlet putri akan tampil di nomor 70 meter.
Sementara di divisi Standar Nasional, tim akan tampil dengan formasi lengkap: tiga atlet putra dan tiga atlet putri yang akan bertanding di nomor individu, beregu, dan beregu campuran (mixed team).
“Kami masih berada dalam lingkaran persaingan perebutan medali. Tinggal menunggu bagaimana keberuntungan berpihak nanti,” ungkap Didik.
Lebih lanjut, pihaknya menegaskan bahwa secara mental, para atlet cukup berpengalaman. Sebagian besar dari mereka telah berpartisipasi dalam tiga hingga empat edisi Porprov sebelumnya. Rata-rata masih duduk di bangku SMA kelas 1 hingga 3, namun telah menunjukkan kesiapan fisik dan mental yang mumpuni.
“Anak-anak sudah terbiasa berlaga di Porprov. Kita juga masukkan atlet lapis kedua untuk regenerasi yang kualitasnya tidak kalah jauh dari lapis utama,” ucapnya, seraya menyebut Perpani Kabupaten Kediri juga sudah memiliki sistem pembinaan berjenjang, dimulai dari kelompok usia U13, U15, hingga U18.
Meski begitu, proses persiapan tak lepas dari kendala. Cuaca menjadi salah satu tantangan dalam latihan. “Kalau hujan deras tapi tanpa petir, pertandingan tetap bisa berjalan. Karena itu, kami membiasakan atlet untuk tetap berlatih meski dalam kondisi hujan, agar terbiasa dengan kemungkinan cuaca saat lomba nanti,” pungkas Didik.ind



