Pantau Warga Isoman, Dinkes Bagikan Ratusan Oximeter ke Kelurahan
satuwarta.id – Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar meminta tim PPKM Mikro Kelurahan ikut memantau perkembangan kondisi pasien isolasi mandiri di rumah agar mendapat pelayanan prima.
Terkait hal itu, Pemerintah kota Kediri melalui Dinas Kesehatan telah membagikan total 230 buah oximeter untuk 46 kelurahan di Kota Kediri, dengan jatah 5 buah oximeter per kelurahan.
Menurut Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar Ketersediaan alat pengukur saturasi oksigen di posko PPKM mikro menjadi salah satu hal yang penting. Daripada menunggu petugas Puskesmas, akan lebih cepat kalau oksimeter tersedia di kelurahan.
“Pemkot Kediri terus berupaya untuk mempercepat penanganan kasus COVID-19 termasuk juga penekanan kasus kematian di Kota Kediri. Salah satunya dengan mengetahui gejalanya lebih dini,” ujar Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar.
Camat Kota Arief Cholisudin menyampaikan, alat oximeter sudah tiba di kecamatan dan segera didistribusikan ke kelurahan. Hal ini juga berlaku di Kecamatan Pesantren dan Mojoroto.
“Nantinya Tim PPKM Mikro Kelurahan mulai melakukan penjadwalan kunjungan pasien isolasi mandiri di rumah untuk dicek saturasi oksigennya. Jika dibawah 90%, maka informasi diteruskan ke Puskesmas untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Cholis.
Secara terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Kediri, dr Fauzan Adima memaparkan, untuk pasien isoman di rumah terus dipantau oleh puskesmas dan setiap pasien yang isoman sudah diberi lembar pemantauan kesehatan mulai dari gejala yang muncul, frekuensi nafas, saturasi oksigen, dan indikator lainnya.
“Dari lembar pemantauan tersebut, puskesmas akan mengevaluasi dan melakukan pemeriksaan secara berkala,” ujar Fauzan. Dari lembar tersebut, apabila pasien isoman mengalami drop dari OTG menjadi gejala ringan maka akan dirujuk ke RS Kilisuci. Dan apabila drop ke gejala sedang dan berat akan dirujuk ke RS Rujukan COVID. bby



