KFBF 2025 Trinayana Kadhiri Semarakkan Pengukuhan Dekranasda Kabupaten Kediri dan Launching SIM PKK

Perhelatan Kediri Fashion Batik Festival (KFBF) 2025 berlangsung dengan semarak yang berbeda dari tahun sebelumnya. Tahun ini, KFBF bukan hanya sekedar perhelatan fashion show dan perluncuran batik terbaru Kabupaten Kediri.
Berlangsung di Convention Hall SLG, Selasa (11/11/2025), dalam kesempatan itu juga dilakukan pengukuhan pengurus Dekranasda Kabupaten Kediri periode 2025-2030 serta pengenalan Sistem Informasi Manajemen (SIM) PKK.
KFBF 2025 mengusung tema Trinayana Kadhiri, yang sekaligus menjadi batik motif baru yang diperkenalkan dalam kesempatan tersebut.

Trinayana Kadhiri merupakan rangkaian penyatuan lintas generasi budaya di Kabupaten Kediri.
Dimana seperti setiap generasi memiliki tugas dan makna tersendiri dalam kehidupan dan budaya, batik juga bisa digunakan oleh setiap generasi.
KFBF 2025 masih menggandeng desainer Embran Nawawi sebagai konseptor dan 11 berkolaborasi dengan desainer lokal.
Mereka menampilkan berbagai koleksi sarimbit, jenis batik lintas generasi, yang menampilkan harmonisasi, baik ketika dipakai dalam pernikahan, resepsi, ulang tahun, momen lebaran hingga liburan. Lebih dari 44 model membawakan berbagai model busana karya para desainer Kabupaten Kediri tersebut.

“Budaya di Kabupaten Kediri luar biasa. Setiap digali di Kabupaten Kediri selalu ada yang baru. Dan hal tersebut menjadi bagian perjalanan dari KFBF, bagian dari menggali budaya. Dan Kediri Berbudaya selalu menjadi perhatian Mas Bupati, ” ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih, Selasa, (11/11/2025).
Setiap langkah Kediri Fashion Batik Festival sendiri, ditambahkan Tutik tidak hanya berkonsentrasi pada wastra atau kain, tapi juga dari kerajinan lain yang memiliki corak budaya Kabupaten Kediri.
“Ini bagian dari penggalian kebudayaan yang ada di Kabupaten Kediri. Dan ini terus digali oleh teman-teman pengrajin dan maestro,” tambahnya.
Mbak Cicha Kembali Pimpin Dekrasnada Kabupaten Kediri
Sementara itu, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan kepada pengurus Dekranasda Kabupaten Kediri yang baru dikukuhkan dan khususnya bagi para perajin batik yang hadir pentingnya memperhatikan motif dari batik yang dibuat.
Sebab, membatik tidak hanya sekedar menuangkan kreativitas seni dalam bentuk gambar namun juga memperhatikan nilai filosofi dari motif itu sendiri.
“Sekarang sudah mulai rapi motifnya, dan ini tolong dipertahankan, karena setiap motif itu punya makna, punya filosofi, motif itu pula pasti akan dilihat sama pembeli,” bebernya.

Sebagaimana diketahui, Dekranasda Kabupaten Kediri periode 2025-2030 kembali dinahkodai Eriani Annisa Hanindhito.
Sedangkan Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak yang hadir dalam acara tersebut mengakui, keindahan dari keanekaragaman motif batik dari tiap daerah menjadi kekayaan dan kekuatan budaya bangsa Indonesia yang tak ternilai.
“Dari semua keindahan, dari semua peninggalan dan filosofi yang lahir menjadi tugas kita untuk melestarikan,” ucapnya.
SIM PKK Tingkatkan Efektivitas dan Transparansi
Ketua Dekranasda Kabupaten Kediri periode 2025-2030 Eriani Annisa Hanindhito, yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito dalam kesempatan yang sama turut memperkenalkan Sistem Informasi Manajemen (SIM) PKK. Peluncuran SIM PKK ini, kata Mbak Cicha, merupakan bentuk komitmen PKK dalam meningkatkan efektifitas dan transparasi data melalui sistem digital. Penggunaan SIM PKK sendiri bisa diakses hingga dasa wisma.
Dengan kemudahan tersebut, lanjut Mbak Cicha – sapaan akrabnya – kader PKK bisa lebih cepat dan efektif dalam melaporkan berbagai kegiatan maupun data serperti angka stunting dan data lain di lapangan. Sebelumnya, para kader ini dengan sistem manual. “Kerja keras para kader hebat ini butuh dukungan sistem (SIM PKK) yang lebih baik,” ujarnya lagi.

Sementara Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin mengatakan SIM PKK ini sudah diinisiasi oleh PKK Pusat, saat ini diimplementasikan di seluruh PKK di wilayah Jawa Timur.
Menurutnya, sosialisasi terus dilakukan kepada kader agar pelaporan bisa cepat dan tepat.
Pihaknya menjelaskan sistem ini dibuat dengan user interface yang mudah sehingga kader-kader di berbagai daerah bisa dengan gampang menggunakan aplikasi tersebut. “Dimana kita bisa mencatatatkan kewajiban yang kita kerjakan, semua tercatat dan bisa diakses hingga desa-desa,” terangnya. tam



