Peringati Hari ibu, Ibu-Ibu Kota Kediri Asah Kreativitas Bersama

satuwarta.id – Menjadi seorang ibu bukan berarti berhenti untuk berkreasi. Di masa sekarang ini, seorang ibu bahkan dituntut untuk bisa semakin lebih kreatif. Belajar untuk lebih kreatif sendiri bisa didapat dari banyak sumber.
Psikolog Vivi Rosdiana mengungkapkan menjadi seorang ibu tidak ada selesainya. Belajar seorang ibu bisa dilakukan dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja.
“Yang namanya belajar dari keluarga terdekat dan lingkungan, dari pembelajaran itu bisa jadi ibu yang hebat dan kuat,” ujar Vivi Rosdiana, Sabtu, (17/12/2022).
Hal itu seperti dilakukan ibu-ibu di khususnya lingkungan Bence, Kelurahan Pakuden, Kecamatan Pesantren. Sabtu, (17/12/2022) sore puluhan ibu itu beradu kreasi membuat buket bumbu dapur dan sudi – takir. Para ibu ini berlomba memperlihatkan ide dan kreativitas mereka masing-masing.
“Mengasah kreativitas bagi para ibu sangat penting. Karena kreatifitas ibu berasal dari dalam diri. Di rumah misal anak tidak mau makan, jika ibunya kreatif bisa mengubah selera anak, ” tambah Vivi lagi.
Sementara itu Ketua penyelenggara Endah Andarwati mengungkapkan lomba kreativitas itu dilakukan dalam rangka hari ibu ke 94, dan diikuti oleh sekitar 26 ibu.
Untuk penilaian perlombaan, para ibu diberi waktu 30 menit dan tidak boleh merangkai dari rumah. Ada tiga juri yang menilai karya para ibu.”Pertama kreativitas dan inovasi karena semua orang punya ide berbeda-beda. Kebersihan dan kerapian, serta sesuai tema yang diusung,” tambah Endah lagi.
Memnuat Sudi dan Takir bersama sendiri menurut Endah, dilakukan agar generasi muda tidak hanya mengenal hal yang instan.
“Menggerakkan ibu ibu agar tradisi yang ada tidak hilang dan tetap lestari. Agar generasi muda bisa tahu Sudi dan Takir lebih alami dari piring plastik,”tambahnya lagi. tam



