NEWS

Jelang Idul Adha 2025, Stok Hewan Kurban di Kabupaten Kediri Dipastikan Surplus

satuwarta.id – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, stok hewan kurban di Kabupaten Kediri dipastikan dalam kondisi aman dan bahkan surplus. Ketersediaan hewan kurban seperti sapi, kambing, dan domba tercatat melimpah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik dari dalam daerah maupun luar wilayah.

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, melalui Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Yuni Ismawati, menyebut bahwa populasi hewan kurban saat ini cukup untuk memenuhi lonjakan permintaan. Tercatat, ada sekitar 12.500 ekor sapi, 45.000 ekor kambing, dan 6.600 ekor domba.

“Stok kita pastikan aman, bahkan surplus,” jelas Yhuni, Rabu (4/6/2025).

Pihaknya mengatakan, kondisi surplus itu terlihat salah satunya kebutuhan kurban sapi tahun ini di Kabupaten Kediri hanya sekitar 2.000 ekor. Sisanya, dipelihara kembali dan memasok ke berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Surabaya, Gresik, Sidoarjo.

Berdasarkan data DKPP, arus lalu lintas hewan kurban keluar daerah menunjukkan aktivitas yang tinggi. Sekitar 100 ekor sapi dan lebih dari 1.000 ekor kambing dan domba telah dikirim ke luar wilayah.

“Namun angka ini kemungkinan lebih tinggi karena banyak transaksi langsung di pasar-pasar hewan yang tidak tercatat resmi,” tambah Yuni.

Lebih lanjut, tutur Yhuni, harga hewan kurban tahun ini juga mengalami kenaikan 5 hingga 10 persen akibat permintaan meningkat. Untuk sapi, harga yang sebelumnya berkisar Rp50 ribu per kilogram berat hidup, kini naik menjadi Rp55–60 ribu. Sementara kambing dan domba naik dari Rp50 ribu menjadi Rp60–65 ribu per kilogram berat hidup.

Sementara, dari sisi kesehatan hewan, DKPP telah melakukan pemeriksaan intensif di sejumlah peternakan dan pasar hewan sejak pertengahan Mei lalu. Hasilnya, seluruh hewan kurban yang diperjualbelikan dipastikan dalam kondisi layak.

“Sejauh ini tidak ditemukan penyakit menular strategis, seperti PMK (penyakit mulut dan kuku) maupun LSD (penyakit kulit pada sapi),” pungkasnya.ind

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close