Guru Jadi Filter Etika Digital Generasi Muda

satuwarta.id – Di era digital, dengan tantangan dekadensi moral bagi generasi muda sangat besar, guru memiliki peran untuk memberikan solusinya.
“Sehingga guru bukan hanya sumber ilmu, tetapi harus menjadi filter etika digital bagi santri dan siswa. Kami, pemuda LDII, sangat berterima kasih karena guru telah membekali kami agar cerdas secara teknologi, namun tetap berpegang teguh pada akhlak dan agama,” ujar Ketua Pemuda LDII Kota Kediri, Asyhari Eko Prayitno, Selasa, (25/11/2025), bertepatan dengan Hari Guru Nasional.
Menurutnya, visi Pemuda LDII adalah menjadi generasi profesional religius. Visi itu mustahil tercapai tanpa fondasi karakter kuat yang ditanamkan oleh guru. “Guru-guru kami mengajarkan bahwa profesionalitas harus sejalan dengan integritas, kejujuran, dan disiplin nilai-nilai yang kami bawa dalam berkarya,” jelasnya.
Ia mengapresiasi kerja keras para guru, khususnya di lingkungan pesantren, yang telah beramal shalih selama 24 jam, meluangkan waktunya untuk membina para santri sehingga menjadi santri yang berilmu dan memiliki 29 karakter luhur.
“Bagi kami, guru adalah pahlawan terdepan dalam membentuk jati diri bangsa. Sudah selayaknya kita semua, terutama generasi muda, menempatkan guru pada posisi yang sangat tinggi dan mendukung penuh setiap upaya peningkatan kualitas pendidikan mereka,” ujarnya.
“Guru menyediakan ilmu, dan kami siap menjadi pelopor pengamalan ilmu itu di tengah masyarakat untuk menyalurkan energi positif pemuda. Kami mengajak seluruh elemen bangsa, terutama warga LDII untuk menghormati, mengapresiasi, serta mendukung sepenuhnya tugas mulia para guru,” tutupnya.



