News Feed

Tingkatkan Budidaya Ikan Nila, Tim MMD-DM UB 2025 Dampingi Ori Fish Bangsri Kabupaten Blitar

satuwarta.id – Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi budidaya ikan nila secara signifikan pada Ori Fish Bangsri, tim Mahasiswa Membangun Desa – Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya (MMD-DM UB) 2025 melaksanakan kegiatan bertajuk “Pendampingan Budidaya Ikan Nila” di Ori Fish Bangsri, Desa Bangsri, Kecamatan Ngelegok, Kabupaten Blitar.

Program ini merupakan bagian dari upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan poin 12 dan 14, yaitu konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta ekosistem lautan. Tim yang terdiri dari Nuryadin Nefa Wicaksono (Akuakultur), Amelia Oktaviani (Sosial Ekonomi Perikanan), Widya Atmayning Tyas (Akuakultur), Afida Dwi Damayanti (Sosial Ekonomi Perikanan), Dian Ratri Kusumaningrum (Akuakultur) melakukan rangkaian kegiatan budidaya perikanan rutin di hulu hingga hilir.

Melalui pendekatan terpadu kegiatan ini menargetkan produk ikan yang higienis, konsisten, dan siap bersaing di pasar. Setiap pagi dan sore, melakukan pengecekan kualitas air kolam untuk memastikan lingkungan budidaya tetap optimal bagi pertumbuhan ikan nila.

Selain pemantauan harian, tim MMD-DM UB 2025 juga menjalankan pemeriksaan mingguan terhadap kadar amonia, nitrit, dan nitrat pada kolam nila. Pengujian parameter ini krusial karena senyawa nitrogen tersebut bersifat toksik bila melampaui ambang aman. Dengan kontrol berkala, kesehatan ikan terjaga, pertumbuhan optimal, dan risiko kematian akibat keracunan dapat ditekan.

Pakar perikanan PSDKU Kediri Universitas Brawijaya sekaligus Dosen Pembimbing Lapang, Ayu Winna Ramadhani, S.Pi., M.Si,
menyebut langkah ini sebagai praktik baik dalam budidaya.

“Pengecekan rutin terhadap amonia, nitrit, dan nitrat merupakan bentuk kesadaran lingkungan yang penting. Jika ini terus dijalankan, Ori Fish Bangsri bisa menjadi role model bagi pembudidaya ikan lain di Kabupaten Blitar,” tuturnya, Sabtu, (16/08/2025).

Pada aspek reproduksi, tim turut melakukan bedah ikan nila untuk pengambilan gonad sebagai sampel pemeriksaan Tingkat Kematangan Gonad (TKG). Langkah ini membantu pemetaan siklus reproduksi dan pengelolaan stok induk yang lebih terukur. Di lini layanan pasca panen, setiap transaksi pembelian lele ditangani cepat dan higienis.

Tim MMD-DM UB 2025 membedah serta membersihkan ikan nila secara teliti, disertai proses sortir guna memisahkan ikan berdasarkan ukuran dan kualitas. Selain itu, juga mengembangkan nilai tambah produk melalui fillet ikan nila dan bumbu khusus, serta menghadirkan olahan berupa kerupuk tulang ikan nilai.

Owner Ori Fish Bangsri, Hadijanto Jogi Basoeki, menegaskan bahwa konsistensi adalah kunci.

“Kami selalu berusaha menjaga kualitas air dan produk agar konsumen mendapatkan ikan yang sehat, higienis, dan lezat. Inovasi dalam pengolahan juga terus kami lakukan agar produk kami punya daya saing lebih tinggi di pasar,” ujarnya. tam

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close