Mulai Beroperasi, SPPG Tertek Bakal Jangkau 3 Ribu Penerima Manfaat MBG
satuwarta.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kediri, terus berprogres. Hal itu salah satunya dengan mulai beroperasinya dapur MBG di Semanding, Desa Tertek, Pare, Senin (17/2/2025).
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Semanding, Desa Tertek, Pare, Alannadya Adila menuturkan operasional dapur SPPG ini menyesuaikan arahan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN). “Sebelumnya memang belum ada juknis (petunjuk dan teknis) yang pasti dari BGN. Maka dari itu launchingnya ditunda dan baru kali ini kami sempat melakukan running,” kata Alan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Sunan Ampel Al-Muhsini Yusron Ahmad menyampaikan dapur SPPG Semanding akan menyiapkan MBG untuk sebanyak 3.131 pelajar. Ribuan pelajar itu berasal dari 14 sekolah, baik sekolah negeri dan madrasah. “Untuk penerima ada 3.131 siswa dari 14 sekolah,” terang Gus Yusron, sapaannya.
Untuk menu MBG yang disiapkan, untuk hari pertama terdiri dari menu makanan terdiri dari nasi, telur, daging, oseng kacang panjang, ditambah dengan buah jeruk dan susu.
Dalam proses distribusi makanan, Yusron mengungkapkan, yayasan ini menyediakan dua kendaraan khusus untuk mengakomodir makanan ke seluruh madrasah dan yayasan yang telah terdaftar sebagai penerima manfaat di Desa Tertek.
“Ada dua pengiriman. Pagi mulai jam 6 untuk kelas satu sampai dua SD atau setingkat. Untuk tingkat kelas tiga (SD) sampai SMA atau sederajat itu jam setengah sepuluh,” ungkapnya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri melalui Puskesmas Desa Sidorejo, Pare juga telah melakukan pemeriksaan untuk memastikan kelayakan dapur dan gizi makanan.
“Hari ini kami melakukan pengawasan terkait kelayakan dapur dan gizi makanan. Untuk hasilnya nanti akan kita tindaklanjuti menggunakan laboratorium,” tukas Sanitarian Puskesmas Sidorejo Eri Eka.
Pihaknya mengingatkan, dalam proses produksi hingga distribusi makanan kelayakan dapur dan gizi makanan menjadi penting untuk menjaga kesehatan siswa. Juga penyediaan tempat sampah dan kantong plastik guna menjaga kebersihan selama proses distribusi berlangsung.
“Ini bukan hanya berlaku untuk dapur SPPG Desa Tertek, tetapi untuk semua dapur SPPG yang ada agar dapat mencegah kejadian luar biasa (KLB) di kemudian hari,” ujarnya.
Untuk diketahui, operasional MBG di Kecamatan Pare secara keseluruhan terdapat dua dapur. Tepatnya di Desa Tertek dan Kelurahan Pare. Untuk dapur di Kelurahan Pare, sementara ini masih belum dijalankan.ind



