Awal Musim Penghujan, Pemkab Kediri Tangani Puluhan Kasus Penyakit Demam Berdarah

satuwarta.id – Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kabupaten Kediri telah melakukan penanganan kepada puluhan penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Dengue Shock Syndrome (DSS) yang tersebar se-Kabupaten Kediri.
Sebagaimana Kabupaten Kediri yang memiliki jumlah penghuni mencapai 1.597.867 penduduk, jumlah penderita penyakit DBD dan DSS sebanyak 52 kasus selama Bulan Januari 2024.
Sedangkan, apabila dibandingkan dengan Januari 2023, jumlah kasus DBD dan DSS mencapai 75 kasus di Kabupaten Kediri. Artinya, infeksi DBD terjadi penurunan kasus di tahun ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Ahmad Khotib menjelaskan, infeksi DBD disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang mengandung virus dengue.
Menurutnya, kasus penyakit demam berdarah yang menimpa penderita memang marak terjadi di awal musim penghujan. Kondisi tersebut tentu perlu diwaspadai, terutama bagi anak-anak yang merupakan salah satu kelompok berisiko.
“Puncak DBD biasanya memang di awal-awal musim hujan, seperti Bulan Februari,” kata pria yang akrab disapa Khotib itu.
Pasca menangani puluhan pasien, Khotib mengaku perlu adanya sejumlah pencegahan supaya penyakit demam berdarah tidak menularkan ke banyak orang.
Pihaknya berharap penyakit yang disebarkan oleh gigitan nyamuk itu tidak terjadi peningkatan yang signifikan pada bulan berikutnya. Mengingat kini masih memasuki awal musim penghujan.
“Mudah-mudahan tidak ada peningkatan lebih lanjut,” harap Khotib terhadap salah satu penyakit yang ditandai dengan muncul bintik-bintik merah di tubuh.
Oleh karena itu, lanjut Khotib, pihaknya memberikan imbauan untuk selalu menerapkan metode 3M, meliputi metode Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang yang menjadi lokasi nyamuk berkembang biak.
“Utamanya adalah tidak mendukung perkembangbiakkan nyamuk Aedes Aegypti. Untuk itu masyarakat wajib melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat genangan air,” tuturnya.
Adapun, Dengue Shock Syndrome (DSS) adalah komplikasi infeksi demam berdarah dengue (DBD). Kondisi tersebut menjadi ancaman bagi penderita DBD terutama anak-anak yang terlambat mendapatkan penanganan.ind



