Vaksinasi PMK Tahap Kedua di Kabupaten Kediri Capai 45 Persen

satuwarta.id – Setelah sukses menyalurkan 9.550 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada tahap pertama, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan kini tengah fokus melaksanakan vaksinasi tahap kedua dengan total 28.750 dosis.
Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Yhuni Ismhawati, menyampaikan bahwa penyaluran vaksin tahap kedua telah dimulai sejak 13 Februari 2025. Hingga kini, cakupan vaksinasi telah mencapai 45 persen.
“Saat ini, distribusi vaksin PMK telah mencapai 45 persen,” ujar Yhuni Ismhawati, Selasa (11/3/2025).
Dari jumlah tersebut, vaksin telah diberikan kepada 9.253 ekor sapi, 4.970 ekor kambing, dan 2.278 ekor domba. Namun, Yhuni tidak menyebutkan target spesifik dalam distribusi vaksinasi ini, mengingat prioritas utama adalah peternak skala kecil di Kabupaten Kediri serta keterbatasan stok vaksin yang tersedia.
“Stok vaksin masih jauh dari jumlah populasi ternak yang ada. Oleh karena itu, ketika ada dropping vaksin, kami langsung menyalurkannya kepada ternak yang membutuhkan,” tegasnya.
Selain vaksinasi, pada tahap kedua ini juga dilakukan pengambilan sampel darah pada hewan ternak yang telah menerima vaksinasi tahap pertama. Langkah ini bertujuan untuk mengukur titer antibodi guna mengetahui respons kekebalan tubuh hewan setelah divaksinasi.
“Hasilnya masih dalam proses. Yang jelas, pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui tingkat antibodi dalam menangkal virus,” jelas Yhuni.
Berdasarkan data Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (ISIKHNAS) per 7 Maret 2025, jumlah kasus PMK di Kabupaten Kediri tercatat sebanyak 1.144 kasus, dengan rincian 328 ekor ternak masih sakit, 37 ekor mati, 774 ekor sembuh, dan 5 ekor terpaksa dipotong. Meski demikian, grafik kasus menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode Januari 2025.
“Hingga saat ini, belum ada laporan kasus baru,” pungkasnya.
Adapun 28.750 dosis vaksin tahap kedua ini berasal dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kediri telah menyalurkan 9.550 dosis vaksin tahap pertama pada periode Desember 2024 hingga Januari 2025.ind



