NEWSNews Feed

Antisipasi Banjir Saat Momen Lebaran, BPBD Kota Kediri Siapkan Hal-Hal Berikut

satuwarta.id – Pada momen lebaran tahun 2024 lalu, kawasan Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri dilanda bencana banjir. Banjir yang terjadi pada H+1 lebaran atau 11 April 2024 itu, mengakibatkan rumah warga di sebagian Kelurahan Ngampel dan Kelurahan Gayam terendam air dan penghuninya terpaksa mengungsi ke masjid. Sementara itu, satu orang lansia dilaporkan hilang terseret arus air.

Mengantisipasi hal yang sama terjadi, pada tahun ini, BPBD Kota Kediri meningkatkan kewaspadaan mereka dan menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi potensi bencana yang mungkin terjadi.

“Kami siagakan personil 7×24 jam. BPBD Kota Kediri telah mempersiapkan sarana dan prasarana serta logistik. Selain edukasi dan himbauan kepada masyarakat melalui media sosial juga dilakukan. Koordinasi dengan semua unsur terkait dalam penanggulangan bencana juga dilakukan,” ujarnya Sabtu, (30/03/2025).

Sementara itu, Joko menambahkan berdasarkan kajian risiko bencana dan rencana kontingensi banjir di Kota Kediri, terdapat beberapa daerah yang masuk dalam kategori rawan banjir atau genangan.

Wilayah yang berada di barat sungai meliputi Kelurahan Ngampel (Kali Bayak dan Kali Ngampel hingga outlet perbatasan Ngampel – Mrican), Kelurahan Gayam, Kelurahan Campurejo (Gang KUA), Kelurahan Lirboyo, Kelurahan Bandar Lor, Kelurahan Bujel (sepanjang Sungai Kedak), Kelurahan Mojoroto (sepanjang Sungai Kedak), dan Perumahan Wilis (sepanjang Sungai Kedak).

Sementara itu, daerah rawan banjir di timur sungai mencakup Kelurahan Tinalan (Tinalan menuju Pakunden), Kelurahan Pakunden (depan RS Gambiran), Kelurahan Dandangan (Gang Ngaglik), Kelurahan Rejomulyo, Kelurahan Manisrenggo, dan Kelurahan Kaliombo.

“Genangan air. Wilayah tersebut jadi langganan karena disebabkan oleh kontur tanah yang rendah, penyempitan saluran air akibat endapan lumpur, serta memang adanya antrean air,” tambahnya.

Untuk wilayah kelurahan Ngampel dan sekitarnya, BPBD Kota Kediri juga telah melakukan survei ke sungai yang tahun lalu meluap. Kondisi sungai dipastikan telah dalam kondisi yang lebih baik. “Bersih, yang di ngampel juga barusan ada pengerukan,” jelasnya lagi.

Sementara itu, untuk pohon tumbang, Joko menghimbau masyarakat tetap berhati-hati mengingat saat musim sudah memasuki pancaroba dengan potensi cuaca ekstrim sering terjadi. “Kita tetap antisipasi, sebab ini masuk pergantian musim (cuaca ekstrim),” pungkasnya.tam

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close