Eco-Sanita, Desinfektan Probiotik Ramah Lingkungan Karya Mahasiswa PSDKU UB Kediri Untuk Desa Karanganyar

satuwarta.id – Masalah kesehatan ternak menjadi isu rutin yang dihadapi mayoritas peternak di Desa Karanganyar setiap tahunnya. Faktor utamanya meliputi lokasi kandang yang berdekatan dengan dapur, minimnya informasi sanitasi, serta lemahnya penerapan biosekuriti.
Kondisi ini membuat persebaran penyakit sulit dikendalikan. Tantangan itulah yang kemudian memotivasi Mahasiswa KKN PSDKU Universitas Brawijaya Kediri (PSDKU UB Kediri) untuk melaksanakan program edukasi di Dusun Jimus, Desa Karanganyar, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.
Para mahasiswa memperkenalkan inovasi pemanfaatan limbah air cucian beras sebagai desinfektan probiotik ramah lingkungan, khususnya untuk mengendalikan penyakit pada ternak bernama Eco Sanita.
Eco Sanita ini tidak hanya membantu mencegah penyakit pada ternak, tetapi juga memanfaatkan limbah rumah tangga secara produktif dan mengurangi ketergantungan pada desinfektan kimia yang berpotensi meninggalkan residu berbahaya bagi lingkungan.

“Peternakan di Desa Karanganyar sebagian besar hanya menjadi usaha sampingan. Kebanyakan warga adalah petani yang memelihara ternak sebagai tabungan, sehingga aspek kesehatan ternak sering terabaikan. Lokasi kandang yang dekat dengan dapur memicu ide kami untuk memanfaatkan air cucian beras sebagai desinfektan probiotik,” jelas Koordinator Kelompok KKN Yusfy, Senin, (18/08/2025).
Desinfektan probiotik bekerja dengan memanfaatkan mikroorganisme menguntungkan (probiotik) untuk membersihkan dan mendisinfeksi lingkungan.
Dalam prosesnya, air cucian beras dalam Eco-Sanita berfungsi sebagai pakan bagi bakteri probiotik dari starter EM4. Air cucian yang digunakan adalah hasil cucian pertama, karena kandungan pati dan glukosanya lebih tinggi sehingga mampu menunjang pertumbuhan bakteri dengan optimal.
Olivia sebagai PJ program peternakan menjelaskan bawah Eco-Sanita adalah desinfektan aman, efektif, dan ramah lingkungan berbahan utama air cucian beras. Peserta juga diberikan sampel desinfektan probiotik tersebut sebagai contoh yang dapat ditiru di rumah masing-masing.
“Inovasi ini kami tujukan bagi peternak skala kecil untuk meningkatkan kesehatan ternak dan menjaga lingkungan peternakan, sekaligus mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya
Program ini diawali dengan edukasi mengenai kesehatan ternak, dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan Eco-Sanita,” ungkapnya.
Eco-Sanita mendapatkan apresiasi positif dari peternak Desa Karanganyar. “Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik KKN Kelompok 23 PSDKU di Kediri Universitas Brawijaya yang telah memberikan solusi yang tepat untuk meningkatkan kesehatan ternak dan lingkungan peternakan, dan kami juga berharap percontohan ini membantu masyarakat memahami cara pembuatan dan faktor keberhasilan Eco-Sanita, sehingga mereka bisa memproduksinya sendiri, “ungkap Mungid selaku Ketua BPD Desa Karanganyar.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapang KKN Kelompok 23 Supriyadi, S.Pi., M.P mengungkapkan tujuan kegiatan ini adalah membantu peternak rakyat mengurangi ketergantungan pada bahan kimia, meningkatkan kesejahteraan ternak. “Serta mendorong praktik peternakan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan di Desa Karanganyar,” pungkasnya. #PSDKU Universitas Brawijaya Kediri #SDG 3:Kehidupan Sehat dan Sejahtera # SGD 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. tam



