Atasi Ketersediaan Air Bersih, Titik Pengeboran di Ploso Lor Kediri Diuji Sedalam 20 Meter
satuwarta.id — Dalam upaya mendukung ketersediaan air bersih bagi masyarakat, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) melakukan uji titik pengeboran air tanah di Desa Ploso Lor, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri. Uji pengeboran ini dilakukan hingga kedalaman 20 meter guna memastikan potensi sumber air tanah dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.
Proses pengeboran dimulai sejak awal pekan ini dan melibatkan tim teknis dari SGN serta pengawasan dari perangkat desa setempat. Uji titik ini menjadi bagian dari studi kelayakan pemanfaatan air tanah secara berkelanjutan di wilayah sekitar.
Kepala Desa Ploso Lor, Plosoklaten, Pujiyono mengatakan, pengeboran ini merupakan langkah awal sebelum tim pemerintah daerah turun langsung ke lapangan.
“(Pengeboran) ini kami lakukan sebagai langkah awal untuk uji coba,” kata Pujiyono, Senin (21/4/2025).
Dijelaskan Pujiyono, sebelumnya masyarakat setempat sudah sempat mencoba pengeboran sedalam lima meter, tetapi tidak kunjung menemukan hasil yang diinginkan. Kemudian, pengeboran kali ini dilakukan hingga dengan kedalaman 20 meter demi menemukan titik air yang lebih layak.
Pujiyono menerangkan, rencananya hasil dari pengeboran ini akan digunakan sebagai sampel awal dari total 17 titik yang direncanakan.
“Jika nanti sudah ditemukan titik kedalaman yang sesuai dan hasil laboratoriumnya bagus, maka ini akan dijadikan sampel dari total 17 titik,” lanjutnya.
Sebaliknya, jika pengeboran hingga 20 meter tidak juga menemukan air layak, maka pihak desa akan mempertimbangkan opsi terakhir berupa pembuatan sumur dalam. Meski begitu, opsi ini dinilai memiliki pertimbangan seperti tingginya biaya operasional.
Di sisi lain, langkah ini disambut antusias oleh Bintoro Edi, warga Desa Ploso Lor, Plosoklaten. Ia menyebut, uji coba sebagai solusi alternatif ini telah lama diharapkan oleh masyarakat setempat. Pasalnya, kurang lebih 3 bulan warga kesulitan mencari stok air bersih.
“Ini menunjukkan adanya solusi. Dari warga, kami berterima kasih. Sekarang tinggal menunggu bagaimana hasilnya. Yang jelas, harapan warga adalah bisa mendapatkan air bersih,” tuturnya.
Lebih lanjut, Bintoro Edi menegaskan, ketidakinginannya untuk dibebani biaya operasional dalam pengeboran tersebut. Ia berharap pengeboran ini menghasilkan kualitas air sesuai kadar baku.
Terkait bantuan air bersih, lanjut Bintoro Edi, selama ini kebutuhan air warga terdampak sumur tercemar mendapat droping air bersih dari PT SGN MKSO Kebun Dhoho dengan total kapasitas 7000 liter per hari.
“Air dikirim setiap pagi sekitar jam 09.00 sampai 13.00 WIB. Biasanya dalam sehari langsung habis. Alhamdulillah, sejauh ini belum sampai kekurangan,” akunya.



