Kinerja APBN Kediri Raya di Bulan Kedua 2025 : Penerimaan – Belanja Masih Kompak Tumbuh Negatif
satuwarta.id – Mengakhiri bulan kedua tahun 2025 kinerja APBN Kediri Raya tumbuh negatif, baik sisi penerimaan maupun sisi belanja.
Namun demikian ditopang oleh penerimaan cukai yang besar masih menyisakan surplus sebesar Rp1.888,92 miliar. Pendapatan mengalami pertumbuhan negatif sebesar 28,06% baik dari sektor perpajakan maupun Penerimaan Negara Bukan Pajak. Total penerimaan sebesar Rp3.583,28 miliar terdiri perpajakan sebesar Rp3.518,77 miliar tumbuh minus 28,10% dan PNBP sebesar Rp64,50 miliar tumbuh minus 25,01%.
Penerimaan Pajak Dalam Negeri yang diampu oleh KPP Pratama Kediri, KPP Pratama Pare dan KPP Pratama Tulungagung membukukan nilai per jenis pajak sebagai berikut, PPh mencatatkan nilai sebesar Rp95,09 miliar, PPN sebesar Rp45,35 miliar, Pajak lainnya sebesar Rp0,246 miliar. Sedangkan PBB belum mencatatkan penerimaan dan masih nihil.
Penerimaan dari cukai yang diampu oleh KPP BC TMC Kediri membukukan penerimaan sebesar Rp3.377,38 miliar atau 12,9% dari target tahun 2025 sebesar Rp26.126,51 miliar, tumbuh negatif 27,31%, sedangkan penerimaan Bea Masuk (Pajak Perdagangan Internasioanl) sebesar Rp0,694 miliar (13,3% dari target Rp5,20 miliar).
PNBP masih didominasi oleh PNBP Lainnya membukukan penerimaan sebesar Rp64,50 miliar terdiri PNBP Lainnya sebesar Rp52,02 miliar dan BLU sebesar Rp12,47 miliar.
Belanja pemerintah juga mengalami kontraksi di sisi Belanja Pemerintah Pusat sedangkan Belanja Transfer ke Daerah tumbuh positif.
Sampai dengan akhir Februari 2025 belanja wilayah Kediri Raya sebesar Rp1.694,36 miliar (19,0% dari pagu sebesar Rp8.917,27 miliar) terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp189,01 miliar dan Transfer ke Daerah sebesar Rp1.505,34 miliar.
Belanja Pemerintah Pusat terdiri dari Belanja Pegawai dari pagu Rp1.147,06 miliar telah realisasi sebesar Rp141,87 miliar (12,37%), Belanja Barang telah realisasi sebesar Rp45,66 miliar dari pagu sebesar Rp601,82 miliar (7,59%) dan Belanja Modal terserap sebesar Rp1,46 miliar dari pagu sebesar Rp211,59 miliar (0,69%), sedangan Belanja Bantuan Sosial belum ada serapan.
Belanja Transfer ke Daerah meliputi Dana Bagi Hasil terserap sebesar Rp58,34 miliar (8,28%), Dana Alokasi Umum sebesar Rp893,36 miliar (22,41%), Dana Alokasi Khusus non Fisik terserap sebesar Rp218,18 miliar (17,79%), dan Dana Desa terserap sebesar Rp335,45 miliar (41,82%).
Sedangkan Dana Alokasi Khusus Fisik dan Dana Insentif Fiskal masih belum ada realisasi.
“Meskipun mengalami kontraksi dari sisi penerimaan maupun belanja, kinerja APBN Kediri Raya tetap menyisakan optimisme, mengingat masih mampu memberikan surplus,” ujar Kepala KPPN Kediri Moch Izma Nur Choironi, Jumat (28/03/2025).tam



