NASIONALNEWS

Program Makan Bergizi Gratis di Kediri Mulai Direalisasi, Sasar 3.101 Siswa

satuwarta.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi dimulai di Kabupaten Kediri pada Senin (13/1/2025). Di awal realisasinya, MBG dibagikan terhadap 3.101 siswa di 26 sekolah se-Kecamatan Kayen Kidul yang mencakup 1 SLB, 5 TK, 19 sekolah dasar, dan 1 SMP negeri.

Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa menyampaikan, program makan bergizi gratis ini akan membawa kebermanfaatan bagi siswa, termasuk bagi keluarga siswa dengan latar belakang ekonomi yang sederhana.

“Kita melihat semangatnya siswa-siswa menerima makanan, karena Makan Bergizi Gratis di sekolah ini sangat bermanfaat,” kata Mbak Dewi, saat mendistribusikan 552 porsi Makan Bergizi Gratis di SMPN 1 Kayen Kidul.

Seperti diakui Refian Ozes, Siswa Kelas 9E SMPN 1 Kayen Kidul. Dia mengaku, adanya program MBG menjadi bermanfaat baginya untuk menghemat uang sakunya. Rencananya jatah uang saku senilai Rp10.000 miliknya akan digunakan untuk menambah tabungan per hari.

“Kalau biasanya beli gorengan. Tapi kalau kayak gini Insyaallah nggak jajan lagi, bisa dinabung Rp10 ribu,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, realisasi program MBG ini dipatok seharga Rp10.000/porsi. Direalisasi perdananya, Program MBG ini disajikan dengan menu yang terdiri dari nasi putih, ayam teriyaki, tahu goreng, sayur wortel jagung, dan sepotong buah semangka.

Sedangkan, berdasarkan informasi terkait pemberian susu yang juga masuk dalam menu MBG, untuk sementara waktu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengalihkan menu susu ke menu yang lain. Dalam hal ini, Mbak Dewi tak menampik jika program MBG di Kayen Kidul sebagai pilot project sehingga terdapat kekurangan yang harus dievaluasi.

“Pastinya kalau pilot project ada perbaikan-perbaikan, nanti kita evaluasi ke depan. Untuk sementara kita jalani dulu yang ada,” ungkapnya.

Meski demikian, lanjut Mbak Dewi, pihaknya berharap program ini dapat terus berlanjut dengan menyesuaikan arahan dari pemerintah pusat. Pihaknya juga mendorong supaya SPPG segera diperluas ke kecamatan lain di Kabupaten Kediri.

Kepala Dinas Pendidikan Mokhamat Muhsin menambahkan, pihaknya akan melakukan monitoring selama realisasi program pemerintah pusat ini, termasuk mengecek kesiapan SPPG di wilayah kecamatan lain, mengajukan usulan ke Badan Gizi Nasional (BGN) terkait kekurangannya, dan mengimbau pihak sekolah tentang jadwal pemberian makanan supaya tidak mengganggu volume pembelajaran.

“Kami akan terus monitor. Kami akan sampaikan ke BGN (Badan Gizi Nasional) kalau ada keluhan-keluhan,” sambungnya.ind

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close