News Feed

Pemkab Kediri Targetkan Pedagang Tempati TPPS Ngadiluwih Akhir Maret

satuwarta.id – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perdagangan menargetkan seluruh pedagang Tempat Penampungan Pasar Sementara (TPPS) Ngadiluwih dapat menempati unit lapak maksimal pada 25 Maret 2024.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan Tutik Purwaningsih. Bahwa seluruh persiapan pedagang harus tuntas sebelum deadline yang ditentukan. Mengingat pengundian lapak telah dilakukan beberapa waktu lalu.

“Kami memberi kelonggaran hampir satu bulan setengah pasca pengundian karena teman-teman pedagang masih meminta waktu. Kami deadline 25 Maret, itu sebelum idul fitri,” kata Tutik, yang juga sebagai Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan.

Persiapan kepindahan para pedagang itu ditandai pasca dilakukannya pengundian unit lapak dengan total sementara 435 pedagang. Sedangkan kini masih ada tambahan sekitar 37 pedagang belum mendapatkan unit lapak.

Tutik menyebut, membludaknya jumlah peserta undian dari kuota yang disediakan yaitu 460 lapak, disebabkan adanya sejumlah pedagang yang selama ini vakum lebih dari 3 tahun, namun kian muncul di situasi waktu itu.

“Hal-hal ini yang perlu disikapi. Kalau mereka berjualan tiap hari tapi tidak terdaftar di data base, itu masih jadi prioritas. Sebaliknya, pedagang yang terdata namun selama ini sudah tidak berjualan, itu yang tidak diprioritaskan,” tegas Tutik.

Tutik mengaku pasca menindak tegas dengan menyeleksi sejumlah pedagang, saat ini tinggal menyisakan kurang lebih 10 pedagang yang masih belum mendapatkan lapak.

Menyikapi hal itu, pemerintah daerah kini tengah melakukan evaluasi lebih lanjut terkait penanganan dan operasional TPPS Ngadiluwih bagi ratusan pedagang.

“Mungkin nanti akan kami siasati terhadap beberapa pedagang supaya ditata ulang. Dalam artian, dibagi berdua dengan pedagang yang lain,” tuturnya.

Penanganan tersebut, lanjut Tutik, menyesuaikan arahan Bupati Kediri Hanindhito Himawan bahwa keberadaan pasar harus dimanfaatkan sesuai fungsinya oleh masyarakat.

“Kami mengikuti seperti arahan Mas Bup bahwa pasar ini untuk temen-temen pedagang, bukan untuk jual beli lapak,” harapnya terkait penataan ulang bagi pedagang.ind

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close