NEWS

Tanpa Kejelasan Soal Proyek Alun-Alun, Ratusan Mahasiswa Desak Pemkot Kediri

satuwarta.id – Organisasi mahasiswa Kota Kediri menggelar aksi damai dalam rangka meminta Pemerintah Kota Kediri memberikan kejelasan terhentinya proyek pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) alun-alun hingga berbuntut terhadap kerugian Pedagang Kaki Lima di sekitar kawasan.

Aksi yang berlangsung di kawasan Alun-Alun Kota Kediri itu diikuti ratusan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kediri.

Ketua PMII Kediri Saiful Amin mengatakan, aksi itu menyusul kondisi PKL yang hingga kini masih belum mendapat kejelasan terhentinya pembangunan alun-alun. Sehingga membuat mahasiswa hadir untuk mendesak Pemerintah Daerah membuka secara transparan terkait proyek senilai 18.9 miliar itu.

“Apa yang sebenarnya terjadi sehingga menjadikan proyek ini mangkrak. Apalagi sudah hampir 80 persen tiba-tiba putus kontrak. Saya kira kita juga mendorong agar masyarakat Kota Kediri mengetahui dengan gamblang duduk perkara semua yang terjadi,” katanya, Selasa (12/12/2023).

Seperti diketahui, penetapan kelanjutan pembangunan RTH Alun-Alun Kota Kediri baru akan berlanjut tahun 2025. Menanggapi kebijakan itu, mahasiswa menilai PKL sangat dirugikan.

Menurut Saiful, sebagai solusi yang kongkrit dalam waktu dekat yakni memberikan kompensasi kepada puluhan PKL di sekitar kawasan. Mengingat molornya pembangunan alun-alun berdampak langsung pada hajat hidup bagi keluarga pedagang.

“Harus ada solusi kompensasi dari Pemerintah Kota Kediri kepada para PKL,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPC GMNI Kediri Abdur Roziqin. Bahwa para PKL menjadi pihak yang paling terdampak sosial ekonomi. Berdasarkan keluhan PKL, dari sekitar 97 PKL yang ada, saat ini hanya 10 PKL yang bertahan untuk terus berjualan.

“Bahkan ada sebagian besar dari PKL yang tutup karena tidak balik modal untuk berjualan,” jelasnya. 

Relokasi PKL memakan kerugian yang cukup signifikan bagi pedagang. Padahal sebelumnya, omset mereka disebut dapat mencukupi kebutuhan hidupnya.

Oleh karenanya, mahasiswa akan tetap menindaklanjuti pergerakannya hingga menemukan ruang keterbukaan bagi PKL ke depannya.

“Kita akan menindaklanjuti agar PKL ini mendapatkan ruang dan dialog terbuka untuk menyampaikan penjelasan langsung,” tambahnya.

Adapun pembangunan RTH Alun-Alun Kota Kediri mulai berlangsung pada bulan Juni 2023 lalu. Apabila mengacu pada jadwal asli, pembangunan harusnya selesai bulan Desember ini. Sementara para PKL sendiri sudah menempati tempat sementara di sebelah selatan alun-alun sejak bulan Mei 2023.ind

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close