Peringati Harkannas, Pemkab Kediri Gelar Lomba Cipta Menu Cegah Stunting

satuwarta.id – Dalam Peringatan Hari Ikan Nasional 2023, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perikanan menggelar Lomba Cipta Menu Ikan Lele sebagai upaya dalam mempercepat penurunan angka stunting.
Lomba yang mengusung tema Moli Mening (Menu Olah Ikan Mencegah Stunting) itu diikuti oleh Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dari 26 kecamatan di Kabupaten Kediri.
Kepala Bidang Usaha Perikanan Yoedhiana Puspitasari menyebut, konsep yang diusung tentang ikan lele itu tak lepas dari keberadaan Kabupaten Kediri yang menjadi penghasil budidaya terbesar kedua di Jawa Timur.
Menurut Yoedhiana, lomba kali ini tak jauh berbeda dengan program Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) sebelumnya. Hal itu tak lepas sebagai wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Kediri dalam menangani kasus stunting.
Seperti diketahui, program tersebut bertujuan untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa ikan mengandung protein tinggi dan rendah lemak jenuh serta kaya akan omega 3, 6, dan 9.
“Kami kaitkan dengan Harkannas kegiatan apa yang sesuai untuk menekan angka stunting. Tercetus salah satunya lomba mengolah ikan menjadi menu kudapan (camilan) ini,” katanya, di Gedung Bagawanta Bhari, Senin (20/11/2023).
Lebih lanjut, Yoedhiana mengatakan, mekanisme lomba ditandai dengan seluruh peserta mengolah bahan dasar lele menjadi menu kudapan yang berkualitas. Seperti froozen food, makanan kering dan basah, keripik, aneka minuman, dan sebagainya.
Dalam pelaksanaannya, Yoedhiana melakukan berbagai alternatif. Seperti pengambilan bahan dasar dari pembudidaya secara langsung. Artinya, selain untuk mendorong produktivitas pembudidaya, juga terjadi perputaran ekonomi bagi masyarakat.
“Melalui lomba ini secara otomatis juga menggerakan UMKM Kabupaten Kediri. Jadi potensi besar itu harus diberdayakan dengan baik,” terangnya.
Oleh karena itu, pihaknya berharap TP PKK dapat menjadi mitra dalam memberikan edukasi secara tepat dan efektif terkait kasus stunting, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak.
Terlebih, juga untuk melatih ketrampilan dalam mengembangkan potensi lokal. Sebab, tidak menutup kemungkinan apabila dalam jangka panjang para peserta dapat mengemas olahan tersebut sebagai makanan khas Kabupaten Kediri.
“Harapan kami ke depan ibu-ibu PKK dapat mengembangkan potensi yang lebih besar. Dengan demikian kondisi ekonomi dapat terangkat. Makanya kami mendorong melalui kegiatan seperti ini,” harapnya.ind



