KABAR DESA

2024, Pemkab Kediri Imbau Petani Jaga Penggunaan Stok Pupuk Subsidi

satuwarta.id – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) mengimbau petani untuk menjaga penggunaan jumlah pemberian pupuk subsidi di tahun 2024.

Hal itu disampaikan Pengawas Alat Mesin Pertanian Dispertabun Slamet. Bahwa imbauan itu menyusul keterbatasan pupuk subsidi yang diberikan. Mengingat nominal kebutuhan pupuk petani yang dinilai cukup besar.

Terkait nominal tersebut, Slamet menjabarkan alokasi pupuk subsidi berjenis Urea dengan jumlah 21.175.000 kilogram (kg), NPK Phonska sebanyak 19.042.000 kg, dan NPK Formula Khusus 1.000 kg.

“Jumlah pupuk subsidi ini akan disalurkan ke 132.545 petani berdasarkan data eRDKK yang meliputi 9 komoditas yaitu Padi, Jagung, Kedelai, Cabai, Bawang Merah dan Putih, Tebu Rakyat, Kakau, Kopi,” kata Slamet, Senin (15/1/2024).

Menyongsong kelanjutan program pupuk subsidi, Pemerintah Kabupaten Kediri juga menggelar pelatihan yang bertemakan Dito (Desa Inovasi Tani Organik) secara rutin setiap tahun.

Sebagaimana pelatihan yang berjalan setiap tahun itu sebagai upaya pemerintah daerah dalam menekan kebutuhan pupuk subsidi bagi petani di Kabupaten Kediri.

“Supaya petani tidak bergantung sepenuhnya ke pupuk kimia. Dan juga petani harus terima karena kekuatan subsidi pemerintah seperti itu,” terangnya.

Persoalan itu tak lepas dari sejumlah petani yang mengeluhkan harga pupuk non-subsidi di pasaran. Di antaranya Pupuk Urea dengan harga Rp2.250/kg, NPK Phonska Rp2.300/kg, dan NPK Formula Khusus Rp3.000/kg.

Menyikapi hal itu, Slamet menjelaskan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk non-subsidi tidak ditentukan pemerintah pusat.

“Kalau pupuk non-subsidi harganya mengikuti pasaran. Dalam artian, HET tidak diatur oleh pemerintah,” pungkas Slamet.ind

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close