Tunduk 7-0 Atas Bhayangkara, Marcelo Rospide: Sangat Sulit Dilupakan

satuwarta.id – Persik Kediri harus mengakui ketangguhan tim tuan rumah Bhayangkara Presisi Indonesia dengan skor akhir 7-0 dalam lanjutan pekan ke-31 Liga 1 2023/2024 di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta.
Pelatih Persik Kediri Marcelo Rospide sangat menyayangkan pertandingan yang digelar malam hari tersebut. Atas kekalahan telak itu, pihaknya pun meminta maaf kepada pendukung Persik, Persik Mania.
Pasalnya, kekalahan dengan skor telak 7-0 tanpa balas itu menjadi sejarah pertama kali bagi Persik Kediri di sepanjang gelaran Liga Indonesia. Apalagi tim berjuluk Macan Putih sebagai salah satu kontestan dengan sejarah mentereng yang identik dengan dua bintang di atas logo.
“Kami meminta maaf kepada seluruh Persik Mania. Sebagai tim profesional apa yang ditunjukkan tim (Persik) malam ini sangat memalukan,” kata pelatih yang akrab disapa Marcelo tersebut, Selasa (16/4/2024).
Pelatih asal Brasil itu mengakui bahwa kekalahan melawan tim klasemen ke-17 tak lepas dari sejumlah kesalahan yang dilakukan kesebelasan Persik di atas rumput hijau. Mulai dari kehilangan konsentrasi, penguasaan bola, tak mampu menguasai intensitas pertandingan.
Terlebih, Marcelo juga tak menampik jika pertarungan tim-tim Liga 1 Indonesia sangatlah keras. Dimana, sebanyak 18 tim kasta teratas Liga Indonesia memiliki komposisi pemain yang merata.
“Ini malam yang sangat sulit dilupakan, sangat kecewa dengan performa pemain. Apa yang ditampilkan pemain Persik malam ini sungguh tidak bisa diterima. Tapi sejak awal sudah saya katakan Liga 1 tidaklah mudah,” tegas Marcelo.
Kendati Persik meraih hasil yang tak diinginkan, lanjut Marcelo, pihaknya tak ingin mencari berbagai alasan yang melatarbelakangi. Seperti soal penundaan jadwal pada pekan ke-31 yang seharusnya digelar sebelum momentum Hari Raya Idul Fitri kemarin.
Namun, Marcelo menegaskan bahwa pemain telah mendapat selayaknya pemain profesional. Meliputi nutrisi yang baik, intensitas porsi latihan, dan istirahat yang cukup.
“Kami tidak berpikir seperti itu, tidak ingin mencari alasan. Semua tim juga merasakan hal yang sama. Tapi ini adalah malam yang tidak bisa diterima Persik Kediri,” terang pelatih yang menangani Macan Putih di musim pertamanya.
Sebagaimana kekalahan tersebut tak lepas dari hilangnya konsentrasi kesebelasan Tim Macan Putih sepanjang 2×45 menit di lapangan. Hal itu terlihat pada babak pertama Persik harus tertinggal dua gol oleh tim berjuluk The Guardian tersebut.
Tak lama setelah wasit memulai pertandingan, pada menit 2’ dan disusul menit 19’ pemain Bhayangkara Mati Mier berhasil membuka keunggulan menjadi 2-0. Skor tersebut bertahan hingga paruh pertama usai.
Memulai babak kedua, Macan Putih berkeinginan untuk mengejar ketertinggalan dengan melakukan upaya serangan. Namun pertahanan Bhayangkara yang cukup rapi membuat Persik kesulitan untuk menembusnya.
Tak hanya lini pertahanan, lini serang Tim The Guardian juga sangat efektif untuk mencetak gol. Pemain Mati Mier kembali menambah keunggulan menjadi 3-0 di menit 50’. Tak butuh waktu lama, menit 53’ Herrera mencatatkan diri di papan skor setelah menambah pundi-pundi gol menjadi 4-0.
Kemudian Dendy Sulistiawan menambah keunggulan 5-0 di menit 59’. Disusul Gol Titan menjadi 6-0 di menit 86’. Lalu Own Goal (OG) oleh Kiper Persik Dikri Yusron di menit 90+6’ sekaligus menjadi gol penutup 7-0 pertandingan malam itu.
Setelah gagal meraih kemenangan, Persik Kediri kini berada di klasemen 7 sementara dengan torehan 46 poin di pekan ke-31. Sedangkan Bhayangkara Presisi Indonesia masih berkesempatan memperpanjang nafas dari kepastian terdegradasi ke Liga 2 Indonesia, yaitu di klasemen 17 dengan torehan 23 poin.ind



