News Feed

Momen Milad ke-59 KAHMI, Konsolidasi dan Kolaborasi untuk Majukan Wilayah Kediri

satuwarta.id – Milad ke-59 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) berlangsung pada Jumat (10/10/2025) dengan tema “Konsolidasi KAHMI untuk Indonesia Maju.”

Kegiatan yang digelar bersama oleh Majelis Daerah KAHMI Kota Kediri dan Majelis Daerah KAHMI Kabupaten Kediri ini diisi dengan santunan anak yatim serta orasi kebangsaan yang menghadirkan tokoh nasional, yang juga
Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Prof Muhadjir Effendy.

Dalam kesempatan itu, Prof Muhadjir Effendy menegaskan pentingnya peran aktif KAHMI di tingkat daerah. Menurutnya KAHMI harus kut berpartisipasi aktif, memberikan mulai dari pemikiran sampai juga aksen untuk menopang kebijakan-kebijakan yang sudah dicanangkan oleh pemerintah daerah, baik itu Kabupaten maupun Kota Kediri.

Prof Muhadjir mengungkapkan bahwa keterlibatan KAHMI daerah harus bersifat nyata dan berdampak.

“KAHMI harus betul-betul terlibat, aktif, memberikan kontribusi yang bermakna, berdampak kepada daerahnya di mana dia berada,” tuturnya.

Lebih lanjut, Prof. Muhadjir menekankan pentingnya KAHMI memahami arah kebijakan nasional dan daerah.

“Kemudian dia juga harus paham tentang potensi. Itu harus melakukan konsolidasi seperti yang jadi tema sekarang, mengkonsolidasi itu artinya kan inward looking, untuk kemudian ekspansi, ekspansi itu outward looking. Outward lookingnya apa? Keterlibatan di kebijakan baik pada tingkat pemikiran, maupun pada implementasi kebijakan itu,” tegasnya.

Kepada para alumni dan kader HMI, Muhadjir berpesan agar KAHMI tetap berperan sebagai pembimbing, bukan pesaing.

“Jangan jadi KAHMI yang menjadi HMI berjenggot. Biarlah HMI tumbuh lebih aktif, sedangkan KAHMI di belakang saja, mendoakan, memberi beasiswa, atau membantu adik-adiknya mencari pekerjaan,” pesannya.

Sementara itu, Presidium Majelis Daerah KAHMI Kota Kediri, Imam Wihdan Zarkasyi, menegaskan bahwa KAHMI harus menjadi mitra kritis sekaligus penyeimbang pemerintah.

“Kita KAHMI tidak boleh meninggalkan pemerintahan sendirian. Kita harus jadi penyeimbang. Selama pemerintah berusaha berbuat baik, kita harus ikut menjaga keseimbangan itu,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa konsolidasi bukan hanya soal penguatan internal, tetapi juga tindakan nyata.

“Kita tidak hanya mengkonsolidasi kekuatan, tapi juga harus memberikan sumbang pikiran dan turun tangan. Ini waktunya menunjukkan bahwa anggota HMI bisa diajak bersama-sama membangun Kota dan Kabupaten Kediri agar lebih baik dan lebih cepat berkembang,” pungkas Imam.tam

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close