Tes Perangkat Desa di Kabupaten Kediri Digelar Serentak 27 Desember

satuwarta.id – Tes seleksi pengisian perangkat desa di Kabupaten Kediri menggunakan metode Computer Assisted Tes (CAT) akan digelar serentak 27 Desember 2023 mendatang.
Tes perangkat menggunakan metode CAT ini menjadi yang pertama kali dilakukan di Kabupaten Kediri. Sebagaimana harapan Bupati Hanindhito Himawan Pramana melalui pelaksanaan tes ini didapatkan perangkat desa yang profesional.
“Mas Bupati berharap pelaksanaan seleksi ini dapat berjalan sesuai dengan regulasi yang ada dan berlangsung transparan,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Kabupaten Kediri Agus Cahyono, Rabu (20/12/2023).
Sebagaimana diatur dalam Perda Kabupaten Kediri Nomor 4/2023 tentang Pemerintahan Desa, pengisian perangkat ini menjadi kewenangan desa. Dalam pelaksanaannya, pemerintah desa bekerjasama dengan pihak ketiga.
Agus Cahyono menyebut, dalam penyusunan soal tes, pemerintah desa bekerjasama dengan dua perguruan tinggi terakreditasi A, yakni Universitas Islam Malang (Unisma) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Terdapat 163 desa melaksanakan tes seleksi dengan bekerjasama Unisma. Pelaksanaan tes berlokasi di Convention Hall Simpang Lima Gumul. Tes itu akan diikuti oleh 1226 pendaftar dengan 321 formasi lowongan perangkat.
Kemudian, terdapat dua desa yang melaksanakan tes seleksi bekerjasama dengan Unesa berlokasi di Desa Wonorejo, Kecamatan Kunjang. Dari dua desa tersebut akan melakukan pengisian 4 formasi lowongan perangkat dengan jumlah pendaftar 13 orang.
“Dari desa yang mengadakan tes seleksi perangkat, Desa Ponggok (Mojo) ada satu formasi perangkat yang kosong dan saat masa pendaftaran tidak ada yang mendaftar,” ungkapnya.
Untuk itu, proses tes seleksi untuk satu formasi di Desa Ponggok itu tidak bisa dilakukan berbarengan dengan yang lain. Pelaksanaan tes bisa dilakukan setelah perpanjangan pendaftaran ditutup. Adapun penutupan pendaftraan pada 22 Desember.
Dalam pelaksanaan tes seleksi perangkat ini, Pemerintah Daerah memfasilitasi setiap desa mulai dari sosialisasi, monitoring maupun evaluasi. Melihat perbandingan antara pendaftar dengan jumlah lowongan yang dinilai cukup ketat, diharapkan tes seleksi berjalan lancar dan transparan.
“Dengan tes berbasis CAT ini, peserta tentunya harus bisa mengoperasionalkan komputer,” pungkasnya.ind



