Penantian 18 Tahun, Petrokimia Akhirnya Juara Livoli Divisi Utama 2023

satuwarta.id – Setelah menanti selama 18 tahun, akhirnya tim putri Petrokimia Gresik Pupuk Indonesia menjuarai Livoli Divisi Utama 2023.
Capaian itu didapatkan setelah babak grand final mengalahkan TNI AU dengan skor 3-0 (25-21, 25-23, 25-16) di GOR Joyoboyo, Kediri, Sabtu (9/12/2023) malam.
Pelatih Petrokimia, Pedro Lilipali mengatakan, kemenangan Mediol Stiovanny Yoku dkk itu menjadi pembalasan dari dua kekalahan yang mereka alami pada dua putaran final four yakni pada putaran pertama dan kedua babak empat besar.
Diketahui, penampilan Petrokimia pada laga final memang jauh lebih solid dibanding dua pertemuan sebelumnya dengan TNI AU di babak empat besar. Terutama sisi receive (penerimaan bola servis) dan blok yang rapat.
“Kunci kemenangan malam ini, anak-anak bisa bermain lepas. Kami juga belajar dari dua kekalahan sebelumnya dengan memperbaiki receive dan blok,” kata Pedro.
Sementara itu, Manajer tim TNI AU Fristo Linuh mengaku, kekalahan itu karena timnya tampil di bawah performa. Faktor kondisi yang tidak fit disertai cidera yang membuat anak asuhnya mengalami kewalahan. Setidaknya ada 12 orang pemain yang sempat dibawa ke rumah sakit.
“Tim kami tidak bisa bermain maksimal karena banyak pemain yang kondisinya tidak fit dan cedera karena jadwal pertandingan yang padat,” kata Fristo.
Kendati begitu, set pertama berlangsung cukup alot. TNI AU yang punya modal bagus berusaha menekan, tapi anak-anak Petrokimia bisa meredamnya dan mengambil set pembuka dengan skor 25-21.
TNI AU mencoba bangkit pada set kedua, tetapi Petrokimia tidak goyah dan terus menjaga jarak poin dari lawannya. Meski sempat unggul 23-21, para pemain TNI AU justru lengah. Petrokimia bisa membalikkan situasi setelah receive lawannya tidak sempurna. Petro kembali menang 25-23.
Set ketiga menjadi penampilan antiklimak TNI AU. Mereka banyak melakukan kesalahan sendiri dan membuat Gresik Petrokimia memimpin jauh dalam perolehan poin hingga menang mudah 25-16.
Mediol Stiovanny Yoku menjadi motor serangan bagi Petrokimia dengan menyumbangkan 14 poin dan Sheilla Bernadetta mengemas 11 poin, termasuk enam dari blok. Sedangkan dari kubu TNI AU, Hani Budiarti menjadi pengumpul angka terbanyak dengan 16 poin.
Ini menjadi gelar juara kali kedua diraih Petrokimia setelah gelar pertama direbut pada 2005 atau 18 tahun silam. Sebagai juara, Petrokimia berhak memperoleh piala dan hadiah uang pembinaan sebesar Rp 50 juta, sementara TNI AU mendapatkan piala dan hadia uang uang pembinaan Rp 30 juta.ind



