BERITA PILIHANPENDIDIKAN

Lestarikan dan Kenalkan Kearifan Lokal, Mahasiswa UNP Kediri Pentaskan Wayang Jemblung Sebagai Penutup KKN

satuwarta.id – Mendorong kesenian Jemblung khas Lirboyo makin dikenal masyarakat luas, para mahasiswa Universitas Nusantara PGRI Kediri (UNP Kediri) yang tergabung dalam kelompok 008 KKN tematik 2025 menggelar pementasan wayang Jemblung di aula Kelurahan Lirboyo, Kota Kediri.

Pementasan ini, menampilkan sosok Sujiman dari sanggar Putra Budaya. Sujiman adalah dalang sekaligus pegiat kesenian Jemblung asli Lirboyo. Pementasan wayang Jemblung yang berdurasi sekitar 2,5 jam tersebut juga menjadi puncak dari kegiatan KKN tematik kelompok 008.

Pementasan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan generasi muda. Dari sekitar 350 undangan, sebagian besar yang hadir adalah anak-anak SD serta para remaja. Kelompok KKN tematik 008 sendiri sebelumnya memang telah melakukan sosialisasi dan edukasi tentang wayang Jemblung ke sejumlah sekolah di wilayah Kelurahan Lirboyo.

Para penonton, panitia dan penampil Pementasan wayang Jemblung (foto : dok KKN Kelompok 008 UNP Kediri)

“Kita berharap, khususnya generasi muda agar tahu dan melestarikan budaya kesenian wayang Jemblung, terutama anak-anak SD. Agar anak-anak tidak hanya mengenal gadget dan kesenian jaranan,” ujar Ketua Kelompok 008
KKN tematik 2025 Ahmad Putra Jala Perkasa, Minggu, (16/02/2025).

Ahmad menuturkan, kelompoknya bukan tanpa alasan memilih kesenian wayang Jemblung sebagai tema atau objek dalam KKN tematik mereka. Menurutnya wayang Jemblung memiliki potensi untuk bisa dikembangkan menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan wisatawan.

Pementasan yang juga dihadiri oleh para dosen, serta jajaran pemerintahan kelurahan Lirboyo itu juga diharapkan bisa memantik pihak-pihak terkait untuk lebih memperhatikan keberadaan atau eksistensi dari kesenian ini. Wayang Jemblung sendiri cocok untuk ditampilkan dalam event-event kebudayaan.

Pementasan wayang Jemblung di Kelurahan Lirboyo (foto : satuwarta.id)

“Kesenian wayang Jemblung juga wajib dilestarikan. Kami juga berharap wayang Jemblung bisa dimasukkan ke kurikulum, bisa dijadikan ke ekstra kulikuler ataupun mata pelajaran, entah itu di kurikulum merdeka ataupun kurikulum yang akan datang,” tambahnya.

Usaha pelestarian dan pengenalan wayang Jemblung yang dilakukan para mahasiswa kelompok 008 KKN tematik UNP Kediri 2025 itu mendapatkan apresiasi dari Sujiman. “Ini sangat bagus sekali. Akan lebih bagus jika audiensnya juga lebih banyak lagi,” tukas Sujiman.

Kepada para mahasiswa dan generasi muda yang hadir, Sujiman menitipkan pesan untuk bisa terus mengenalkan wayang Jemblung.

“Mereka menjadi influencer untuk kesenian Wayang Jemblung. Influencer yang menyebarkan tentang kesenian ini. Mereka juga punya sosial media, dan akan memposting tentang wayang Jemblung. Harapannya wayang Jemblung akan lebih dikenal karena tidak semua warga Kota Kediri mengenal kesenian ini,” pungkasnya. tam

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close