Peternak Diminta Tak Lena Soal PMK Meski Pasar Hewan Dibuka

satuwarta.id – Pemerintah Kabupaten Kediri terus memberikan imbauan terhadap peternak supaya tak terlena dengan kesehatan hewan ternaknya seiring perkembangan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Imbauan tersebut menyusul pasar hewan di Kabupaten Kediri yang kini beroperasi kembali setelah dilakukan penutupan sejak 14-28 Januari 2025.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menyampaikan, penanganan untuk mengatasi kasus PMK ini menjadi komitmen pemerintah daerah, terutama meminimalisir risiko lonjakan kasus.
“Jangan sampai dengan dibukanya pasar hewan bisa memicu munculnya PMK lagi. Yang jelas kami tetap berharap peternak untuk betul-betul hati-hati. Kalau misalkan keluar masuk pasar pastikan ternaknya sehat, tidak dalam kondisi sakit,” kata Tutik, Senin (3/2/2025).
Berdasarkan data pada akhir Januari 2025, persebaran PMK di Kabupaten Kediri menunjukkan dari total 1.091 kasus, 200 diantaranya dinyatakan sembuh, 850 ekor masih terjangkit, dan 41 ekor sapi meninggal. Sedangkan, perkembangan kasus PMK pada awal Februari 2025 belum terdapat laporan terbaru.
Tutik menuturkan, zona persebaran kasus PMK tersebut sebagian besar berada di wilayah barat sungai Kediri, termasuk di Kecamatan Banyakan, Grogol, dan Tarokan.
Menurutnya, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan persebaran tersebut meningkat, seperti hewan ternak yang belum divaksinasi dan adanya pasar hewan di daerah luar Kediri yang tetap beroperasi sehingga lalu lintas hewan ternak tetap berjalan.
“Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami. Kesadaran para peternak juga menjadi perhatian bersama,” terangnya.
Terkait vaksinasi, lanjut Tutik, pihaknya menyebut jika vaksinasi hewan akan terus dilakukan sampai dengan persebaran kasus PMK di Kabupaten Kediri berada di zona hijau. Diketahui, pada vaksinasi pertama Desember 2024 telah disalurkan 2.500 dosis vaksin dan vaksinasi kedua pada Januari sekitar 7.000 vaksin.
“Insyaallah 10 Februari nanti kami akan mendapatkan 21 ribu dosis vaksin,” ucapnya.
Untuk itu, pihaknya terus mendorong kesadaran para peternak untuk segera melaporkan kepada petugas jikalau hewan ternaknya belum divaksinasi dan segera melapor apabila hewan ternak terdapat gejala PMK.ind



