BERITA PILIHANNEWS

Panjalu Jayati Bonsai Kediri, Bentuk Dukungan Mas Dhito Dalam Pengembangan Florikultur

satuwarta.id – Kabupaten Kediri memiliki potensi florikultur besar terutama tanaman bonsai. Budidaya bonsai memilikimu nilai ekonomi tinggi, yang bisa membantu meningkatkan ekonomi para pembudidaya.

Mendukung para pembudidaya bonsai di Kediri untuk memperlihatkan potensinya, Pemerintah Kabupaten Kediri bersama Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) cabang Kediri menggelar pameran nasional bonsai di kawasan wisata Simpang Lima Gumul (SLG), mulai 4 Mei sampai 13 Mei 2024.

Pameran bertajuk “Panjalu Jayati Bonsai Kediri” itu merupakan bentuk komitmen dukungan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito, dalam pembangunan pertanian, terutama florikultur.

Mas Dhito, melalui Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Anang Widodo mengungkapkan pameran nasional yang diikuti lebih dari 900 peserta itu, sekaligus dalam rangka HUT Kabupaten Kediri ke 1220.

“Ini adalah bagian komitmen mas bupati Kediri dalam pembangunan pertanian. Selain tanaman pangan tentunya pembudidaya florikultur juga kita support sepenuhnya sesuai dengan arahan mas bupati termasuk salah satunya adalah di bonsai ini, ” ujar Anang Widodo, Kamis (09/05/2024).

Melalui pameran nasional ini, diharapkan para pembudidaya semakin terdorong untuk meningkatkan kualitas tanaman mereka.
Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Kediri juga telah memberikan pelatihan, baik terkait penjualan dan juga pengemasan.

“Jadi ini puncaknya. Kita mengenalkan Kediri juga punya bonsai yang bagus dan layak ditampilkan di nasional. Support kami sepenuhnya dari hulu sampai hilir,” tambahnya lagi.

Anang mengungkapkan potensi bonsai di Kabupaten Kediri tidak hanya untuk hobby tapi juga kolektor, yang dikenal memiliki harga cukup tinggi. Kedepan keunggulan suatu wilayah di Kediri di sektor pertanian, baik hortikultura dan florikultura bisa ditumbuhkan untuk menjadi keunggulan kompetitif.

“Di pameran ini, kami selain ingin menunjukkan kualitas bonsai Kediri, juga mengajak teman-teman pembudidaya untuk bagaimana mengupgrade kualitas tanaman. Dengan adanya pameran nasional berkualitas bagus, teman-teman bisa tergerak dan bisa melihat kualitas bonsai bagus seperti. Dan dari situ standarisasi tanaman juga semakin meningkat,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Pelaksana Pameran Den Basito mengungkapkan peserta pameran ada kurang lebih 930 peserta , yang dibagi menjadi empat kelas yakni prospek, pratama, madya dan utama.

Ratusan bonsai itu, ditambahkan Den Basito, tidak hanya berasal dari dalam wilayah Kediri Raya tapi juga dari wilayah lain di seluruh Indonesia. Mulai dari Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Barat, Situbondo. “Para penghobi bonsai dari Jakarta, Bali dan Sumatera juga turut hadir,” tambahnya.

Ratusan bonsai ini sendiri semua dinilai untuk menentukan bonsai terbaik. Penilaian dilakukan selama dua hari yakni pada 7-8 Mei. Setelah dilakukan penilaian oleh dewan juri, dari tiga kelas yakni pratama, madya dan utama diambil 10 terbaik. Dari situ dipilih tiga bonsai terbaik sebagai “best in show.” tam

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close