Lintas Komunitas Sejarah Kediri Peringati 76 Tahun Gugurnya Tan Malaka
satuwarta.id – Pelestari Sejarah dan Kebudayaan lintas komunitas di Kediri melakukan ziarah ke makam Datuk Ibrahim Tan Malaka di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jumat (21/2/2025). Kegiatan ini dalam rangka mengenang gugurnya pahlawan nasional tersebut pada 21 Februari 1949.
“Mengingat tentang perjuangan Tan Malaka, kita (lintas komunitas) melakukan kegiatan refleksi doa bersama setiap 21 Februari di Makam Tan Malaka,” kata Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan (DK4) Kabupaten Kediri Imam Mubarok.
Menurut Gus Barok, sapaannya, menyampaikan, peringatan ini menjadi penting bagi generasi bangsa untuk meresap ide dan gagasan Tan Malaka pada waktu memperjuangkan kemerdekaan Indonesi. Terlebih, Tan Malaka juga telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Soekarno pada 28 Maret 1963.
Pencetusan sebagai pahlawan nasional itu merujuk terhadap pemikiran Tan Malaka yang kritis terhadap kebijakan pemerintah pada saat itu. Apalagi pria kelahiran Kabupaten Agam, Sumatera Barat, ini dikenal bergerilya, termasuk ke Semarang, Yogyakarta, hingga dieksekusi tembak dan dimakamkan di Kediri.
Gus Barok mengungkapkan, semangat perjuangan Tan Malaka tersebut harus menjadi pembelajaran bagi generasi muda bangsa Indonesia. Setidaknya, kalangan muda harus menghormati dengan memperingati setiap hari lahir maupun wafatnya.
“Artinya siapapun harus menghormati jasa-jasa pahlawan, termasuk Ibrahim Datuk Tan Malaka,” ungkapnya.
Perwakilan Komunitas Pelestari Sejarah dan Kebudayaan (Pasak) Kadhiri Akib menambahkan, dia berharap dengan peringatan yang digelar rutin setiap tahun bisa mengambil nilai-nilai perjuangan dari Tan Malaka sebagai pahlawan nasional.
“Perjuangan Tan Malaka itu patut kita perhitungkan sebagai pahlawan nasional sehingga kita bisa meraih nilai-nilai atau inspirasi dari beliau,” tambahnya.
Di sisi lain, lanjut Gus Barok, pihaknya berharap Makam Datuk Ibrahim Tan Malaka mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kediri, terutama perbaikan akses di sekitar makam.
“Harapannya ada perbaikan akses jalan, karena tempatnya (makam) berada di bawah, sehingga kadang kala orang takut kalau berziarah sendirian,” harapnya.
Adapun, serangkaian peringatan bertajuk refleksi itu dimulai dengan pembacaan puisi perjuangan Tan Malaka, dilanjut menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, doa bersama, tabur bunga, dan diakhiri potong tumpeng.
Selain diikuti komunitas Pasak Kadhiri, peringatan 76 tahun gugurnya Tan Malaka ini juga diikuti oleh kalangan mahasiswa yang terdiri dari Universitas PGRI Nusantara Kediri, IAIN Kediri, bahkan UIN SATU Tulungagung.ind



