Kick Off Magang Merdeka, Mahasiswa dari Banda Aceh Hingga Jayapura Belajar Prodamas

satuwarta.id – Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar secara resmi melakukan Kick Off Magang Merdeka, Senin (30/8/2021). Bertempat di Command Center Balai Kota Kediri. Kick Off magang merdeka ini dilakukan secara virtual melalui zoom yang diikuti 51 mahasiswa dari Sabang hingga Merauke yang berhasil lolos.
Dalam Kick Off Magang Merdeka, lima peserta mendapat kesempatan untuk langsung bertanya atau diskusi dengan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. Mereka ialah Rizky Umar Faruk Ely mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang asal Jayapura, Asrul Irfanullah mahasiswa Universitas Pattimura dari Ambon, Early Ni’mah Hayati mahasiswi Universitas Negeri Malang asal Kediri, Isnaini Nur Husna mahasiswi Universitas Diponegoro asal Solo, dan Satria Liswanda mahasiswa Universitas Syiah Kuala asal Banda Aceh.
Saat mendapat giliran untuk bertanya kepada Wali Kota Kediri, mereka pun tidak menyia-nyiakan kesempatan. Seperti Rizky Umar Faruk Ely menanyakan harapan Wali Kota Kediri kepada para peserta Magang Merdeka. “Apa harapan atau visi Bapak terhadap yang nanti kita sajikan untuk Kota Kediri ?,” tanyanya.
Wali Kota Kediri mengatakan bahwa harapannya mahasiswa harus bisa berbaur dengan masyarakat. Para mahasiswwa harus saling bantu-membantu dan bersinergi sehingga nantinya meningkatkan Prodamas. Selain itu, mahasiswa juga bisa membawa ilmu yang sudah dipelajari selama mengikuti Magang Merdeka Scale Up Prodamas ke daerah lain. Apalagi setiap daerah pasti memiliki permasalahan, mungkin permasalahan yang ada bisa terjawab dengan program seperti Prodamas.
“Kalian itu kan punya ilmu yang banyak sekali mungkin bisa diaplikasikan disitu. Sebenarnya program ini bisa berjalan dengan sendirinya ini tinggal ditambahi aplikasi lah. Bagaimana sistem baru ini bisa compatible dengan sistem yang sudah ada dan endingnya capaiannya bisa lebih bagus. Harapan di luar itu, mahasiwa nanti punya program dari Kediri yang mungkin bisa diadopsi di daerahnya,” ungkapnya.
Wali Kota juga menjelaskan untuk Prodamas sendiri merupakan program dengan konsep pemberdayaan masyarakat. Prodamas menjadi strategi membangun bersama antara pemerintah dan masyarakat. Bila banyak program pemerintah yang top down, Prodamas ini bottom up. Gagasan dari setiap RT dapat diwadahi dalam Prodamas melalui rembug warga.
Sementara itu, Satria dari Banda Aceh menanyakan motivasi Pemerintah Kota Kediri bergabung dengan program Magang Merdeka Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
“ Apa yang mendasari Pemkot Kediri mau berpartisipasi dalam program magang merdeka. Uniknya Pemkot Kediri satu-satunya pemerintah daerah yang bergabung,” tanyanya.
Wali Kota Kediri menjelaskan Pemerintah Kota Kediri ingin berbagi resep keberhasilan pembangunan di Kota Kediri melalui Prodamas. Dari program ini dapat diketahui sebenarnya seperti apa kebutuhan masyarakat dan pemerintah harus bisa membaca itu.
“Disini kami selain ingin berbagi ilmu, kita juga ingin program ini bisa dirasakan. Ilmu bisa dibagi bisa ditulis, tapi ini yang kita bagikan experience nya. Kalau ini diikuti teman-teman juga akan merasakan pemerintahan seperti apa. Disini tempat yang pas untuk belajar secara real. Saya tidak menyangka program ini diterima oleh Kementrian Pendidikan. Sehingga harapan kita ini bisa diambil manfaatnya dan pengalamannya,” jelas Wali Kota.
Total ada 7302 mahasiswa yang telah mendaftar Magang Merdeka di Kota Kediri.bby



