Libatkan Masyarakat, Mas Dhito Ingin Jaga Objek Kebudayaan dalam HUT Kabupaten Kediri

satuwarta.id – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kediri ke-1220, selama kepemimpinan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana selalu melibatkan langsung peran masyarakat dalam perayaan hari jadi sebagai kewajiban dalam menjaga 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) dan 1 cagar budaya.
Sebagaimana kesepuluh OPK itu meliputi tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, permainan rakyat, olahraga tradisional, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, dan Ritual Khusus (Ritus). Serta 1 cagar budaya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Adi Suwignyo melalui Kepala Bidang Museum dan Purbakala Eko Priyatno menjabarkan, dalam kepemimpinan bupati muda berusia 31 tahun itu selalu berkeinginan mengemas perayaan HUT dengan berbagai versi. Termasuk untuk menghidupkan spirit Kediri Berbudaya yang juga berhubungan dengan pemajuan kebudayaan.
Hal itu dapat dilihat tatkala rangkaian perayaan HUT ke-1219 tahun lalu dengan membuat pagelaran kontes durian dan sedekah bumi di Kecamatan Puncu, napak tilas di Kecamatan Kepung, pencarian tujuh sumber mata air di Kabupaten Kediri, festival 1000 barong di Kawasan Simpang Lima Gumul.
“Secara fisik memang tematik. Tentunya ini memberikan multiplier effect. Mau tidak mau desa ikut terlibat. Jadi semangat untuk mendukung HUT menjadi kerasa banget,” kata pria yang akrab disapa Eko.
Menurut Eko, perayaan melibatkan masyarakat itu sebagai representasi dari konsep Kediri Berbudaya yang di-launching pada HUT tahun lalu. Sehingga hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat Kabupaten Kediri diharapkan terus bersinergi membangun Bumi Panjalu berbudaya tertib, disiplin, dan hidup sehat.
Melihat tagline baru yang diusung Pemerintah Kabupaten Kediri, dalam satu tahun belakangan masyarakat tampak antusias menyambut konsep berbudaya tersebut. Mengingat wilayah Kediri yang menyimpan banyak peninggalan sejarah di masa lampau.
“Seperti ditempat Prasasti Harinjing berasal tidak dilupakan, tetap diuri-uri (dijaga atau dilestarikan). Dimulai niti sowan Harinjing, ritual napak tilas dan gelaran kesenian. Kemudian diceritakan serta dipublikasi,” tandas Eko, terkait latar belakang kemasan perayaan HUT Kabupaten Kediri.ind



