Silaturahim Forkopimda di Ponpes Wali Barokah,Wawali Kediri Ajak Wujudkan Kota Kediri MAPAN
satuwarta.id – Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kota Kediri kembali menghelat acara Silaturahim Forkopimda Bersama Ulama-Umaro Kota Kediri, pada Kamis (20/3). Dalam acara tahunan ini juga diisi dengan pemberian santunan anak yatim dan kaum duafa, dan buka puasa bersama Ramadhan 1446 Hijriah, serta tausiah agama.
Wakil Wali Kota Kediri KH Qowimmudin Thoha (Gus Qowim) dalam sambutannya, mengatakan bahwa acara yang diadakan Ponpes Wali Barokah merupakan momen yang baik karena dapat bersilaturahim dengan para ulama dan umaro Kota Kediri. “Kehadiran Bapak Ibu sekalian menjadi energi dan motivasi yang berharga bagi kami dalam menjalankan roda pemerintahan di kota kediri,” katanya.
Selama 5 tahun ke depan, pemerintah bersama masyarakat akan menuju visi yang sama yakni mewujudkan Kota Kediri yang MAPAN. Mapan yang kami maksud adalah maju, agamis, produktif, aman, dan ngangeni. “Visi ini tidak akan terwujud tanpa adanya sinergi dan kolaborasi yang kuat dari seluruh elemen masyarakat, termasuk di dalamnya para alim ulama dan para pimpinan daerah,” ujar Gus Qowim.
Oleh karena itu, pada forum ini, ia ingin mengajak kepada masyarakat untuk bersama-sama bergandengan tangan mewujudkan Kota Kediri yang dicita-citakan. “Kami percaya, dengan kebersamaan, kita akan mampu menghadapi berbagai tantangan dan memanfaatkan setiap peluang untuk kemajuan kota kita,” yakin Gus Qowim.
Secara khusus, pihaknya menyadari betul betapa besar dan pentingnya peran para alim ulama dalam pembangunan sebuah kota. Ulama adalah suluh penerang, pembimbing moral dan spiritual, serta penjaga nilai-nilai luhur agama. Fatwa dan nasihat para ulama menjadi pedoman bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan dan menjalankan pemerintahan yang amanah. Kehadiran para ulama juga menjadi penyejuk dan penguat persatuan di tengah masyarakat.
“Untuk itu, pada kesempatan ini, saya memohon doa restu dan dukungan dari para alim ulama sekalian agar Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kami dalam memimpin kota kediri menuju pembangunan yang lebih baik. Semoga Kota Kediri senantiasa menjadi kota yang baldattun toyyibatun warobbun ghofuur,” harapnya.
Selain itu, sinergi antara ulama dan umaro adalah kunci penting dalam membangun kota yang rukun dan sejahtera. Maka, ia mengajak kepada masyarakat untuk saling mengisi dan berkontribusi sesuai dengan peranan yang dimiliki.
“Kami terbuka untuk menerima masukan dan saran dari para ulama dan umaro sekalian demi kemajuan Kota Kediri. Semoga melalui forum ini sebagai awal dari sinergi yang lebih erat dan berkelanjutan,” pungkas Gus Qowim yang juga Pengasuh Ponpes Al Ishlah Bandar Kidul, Mojoroto. tam



