satuwarta.id – RSUD Gambiran Kota Kediri mencatatkan sejumlah raihan positif selama tahun 2023. Dari sisi pendapatan, RSUD Gambiran berhasil melampaui target yang ditentukan oleh Pemkot Kediri.
Tahun 2023, RSUD Gambiran ditarget PAD dengan nilai sebesar Rp121 Miliar. Target tersebut, menurut Direktur RSUD Gambiran, dr Aditya Bagus Djatmiko berhasil dipenuhi.
“Untuk target dari pemkot di angka Rp121 Miliar,, tetapi target pencapaiannya alhamdulillah yang terakhir ini sudah di angka mungkin sekitar Rp150 Miliar,” jelasnya, Kamis (28/12/2023).
Selain dari sisi PAD (Pendapatan Asli Daerah), angka kepuasan masyarakat juga dalam persentase yang baik yakni di kisaran angka 80-85 persen. ”Pada prinsipnya sudah ada peningkatan kepuasan dari pasien ada di angka kisaran mungkin sekitar 80-85 tapi targetkan kami memang diatas angka 90 persen,” tambahnya.
Raihan positif tersebut tidak membuat RSUD Gambiran berpuas diri. dr Aditya, sapaan akrab Direktur RSUD Gambiran mengungkapkan pihaknya kedepan berkomitmen meningkatkan pelayanan.
Baik dari segi SDM ataupun fasilitas. “Kami belum cukup puas sampai di sini, karena masih banyak hal lain yang harus ditingkatkan,” tukasnya.
dr Aditya menuturkan untuk meningkatkan pelayanan, pihaknya akan memberikan pelatihan pada SDM yang bertugas di bagian pelayanan. Hal itu agar pasien yang datang merasa nyaman dan tidak seperti berada di tempat yang asing.”Kita lakukan pelatihan SDM sehingga betul-betul mutu pelayanan ini menjadi mindset,” tuturnya lagi.
Selain itu, untuk menyambut beroperasinya Bandara Dhoho Kediri, dr Aditya mengungkapkan pihaknya baru saja mendatangkan ambulance berstandar VVIP.
RSUD Gambiran sendiri adalah salah satu unsur Komite Keadaan Darurat Bandara Dhoho Kediri, yang diketuai langsung oleh Angkasa Pura I selaku pengelola bandara.
Mobil ambulance berstandar VVIP itu bakal dikawal oleh dua orang petugas. Salah satu menjadi supir, dan satunya ialah tim tenaga kesehatan. Ambulance yang didatangkan dengan anggaran senilai Rp 1,7 miliar itu sudah dilengkapi saluran oksigen, indikator digital. alat kejut jantung, serta alat monitor pasien.
“Sudah jadi satu di ambulance, termasuk sistem-sistem suplai daya. Semuanya bisa dikendalikan melalui ambulance,” pungkasnya. tam



