News Feed

Tinjau Kandang Korporasi Sapi, Mas Dhito : Bisa Hidupkan Ekonomi Warga

satuwarta.id – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono memastikan program korporasi sapi berjalan dengan baik. Kehadiran program tersebut memiliki banyak manfaat. Terutama untuk warga sekitar kandang.

Dikatakan Mas Dhito, dengan adanya kandang-kandang komunal dan peternakan sapi yang tersentralisasi ini, pemanfaatanya akan dirasakan langsung oleh warga di sekitar kandang tersebut.

“Ya maka ini (program koorporasi sapi) akan menghidupkan perekomian yang ada di desa-desa di Kecamatan Ngadiluwih khususnya,” kata Bupati yang kerap disapa Mas Dhito saat melakukan tinjauan langsung ke kandang komunal korporasi sapi di Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih, Rabu (5/1/2022).

Mas Dhito mengatakan sapi-sapi tersebut memiliki karakter yang berbeda dengan sapi yang biasa diternak di kandang-kandang milik warga karena program korporasi sapi ini dilakukan dengan sistem kandang komunal.

“Memang ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh teman-teman peternak karena karakteristik sapinya yang berbeda,” Ujar Mas Dhito dalam kesempatan itu.

Mas Dhito menerangkan program koorporasi sapi ini akan diberikan kepada 5 kelompok di 4 desa se Kecamatan Ngadiluwih dengan masing-masing kelompok mendapatkan 200 ekor sapi dan penyalurannya bertahap.

“Kurang lebih sudah ada 110 ekor sapi. 75 ekor sapi lokal dan 35 ekor sapi import dari Australia,” ujar Bupati yang gemar mengendarai vespa ini.

Kemudian sapi yang berjumlah 110 ekor di Kandang Komunal Desa Tales tersebut menurutnya juga telah dipilah untuk proses penggemukan dan pengembangbiakan. “Sudah dipisahkan mana yang untuk Fattening dan mana untuk dijadikan bredding,” terang Mas Dhito.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih menjelaskan program koorporasi ini dapat menarik investor daging maupun di bidang peternakan karena ketersediaan sapi yang tersentralisasi ini sudah mencukupi.

Terlebih populasi sapi di Kabupaten Kediri kurang lebih mencapai 230.000 ekor dengan sapi potong pejantan sekitar 60%. Dan seratus ribu ton lebih daging.

“Tapi enam puluh persen itu tidak kita potong semua. Banyak sekali kiriman bakalan-bakalan daging keluar Kabupaten Kediri. Dan ini surplus.” terang Tutik.

Beroperasinya bandara di Kabupaten Kediri ini, lanjut Tutik, akan mempercepat akses pengiriman ke luar daerah. Sehingga perputaran perekonomian semakin cepat dan diharapkan Kabupaten Kediri ini menjadi penyedia daging terbesar khususnya di Jawa Timur. bby

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close