BISNISNEWS

Sentra PKL SLG Semakin Diminati, Pedagang Kuliner Mulai Tempati Lapak

satuwarta.id – Sentra Pedagang Kaki Lima (PKL) Simpang Lima Gumul (SLG) yang belum lama ini diresmikan mulai menarik perhatian pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kediri, khususnya di sektor kuliner. Meski masih dalam tahap uji coba, sejumlah pedagang terlihat sudah menempati lapak yang tersedia.

Pantauan di lokasi pada Sabtu (5/7/202), setidaknya lima pedagang sudah mulai mempersiapkan peralatan dagang. Bahkan, dua di antaranya telah resmi memulai aktivitas berjualan.

Salah satunya adalah Yuli (35), anggota Paguyuban Panjalu yang berasal dari Ngadisimo, Kota Kediri. Ia menjadi pedagang pertama yang menempati zona kuliner dan telah mulai berjualan sejak tiga minggu lalu.

“Sebelumnya saya hanya berjualan saat CFD (Car Free Day) atau jika ada pesanan saja. Tapi sekarang tertarik bisa rutin berjualan di sini, apalagi juga tidak ada pungutan biaya sementara,” ujarnya saat ditemui di Sentra PKL SLG.

Sebagai pelaku UMKM kuliner, Yuli menawarkan berbagai menu favorit seperti ayam geprek, ayam bakar, nasi rames, nasi kuning, serta aneka minuman. Ia menyadari bahwa usahanya masih dalam tahap merintis dan sangat bergantung pada banyak faktor, terutama jumlah pengunjung.

Agar kawasan ini semakin ramai, Yuli berharap pengelolaan area SLG bisa lebih ditata ulang. Ia mengusulkan agar area depan disterilkan dari pedagang agar pengunjung tertarik masuk ke dalam sentra PKL.

“Kalau bagian depan masih ramai pedagang, yang di dalam bisa kalah bersaing,” tambahnya.

Sementara itu, pedagang lain, Titin Maslibatin (50), juga mulai menempati salah satu lapak. Ia merupakan anggota kelompok Polaksar (Kelompok Pengolah dan Pemasar) Permata Food, yang membina pelaku usaha kuliner berbasis perikanan. Hari ini, ia mulai menjajakan olahan pindang, lele, serta aneka hasil laut dan ikan air tawar, tergantung pada pesanan yang masuk.

Titin mengaku, keputusannya mulai berjualan di sentra PKL SLG sekaligus untuk mendorong pedagang lain agar segera ikut bergabung.

“Kita mulai duluan supaya teman-teman lain juga semangat ikut berjualan di sini. Soalnya banyak yang menanyakan lapak, padahal sekarang sudah penuh,” ujarnya.

Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Kediri Santoso secara terpisah menyatakan, setelah berhasil menggerakkan zona ikan, fokus saat ini adalah menghidupkan zona kuliner di kawasan tersebut.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Kopusmik) Kabupaten Kediri ini meminta agar para pedagang kuliner segera memindahkan perlengkapan usaha mereka ke lokasi yang telah disiapkan.

“Kami minta mulai Minggu (6/7) zona kuliner sudah aktif berjualan,” tegas Santoso.

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close