Sentra PKL SLG Jadi Magnet Baru, Pedagang Ini Raup Omzet Hingga Tembus Rp500 Ribu

satuwarta.id – Kehadiran Sentra PKL Simpang Lima Gumul (SLG) tampaknya membawa magnet baru bagi para pelaku usaha mikro di Kabupaten Kediri, terutama pedagang ikan hias. Salah satunya dirasakan pemilik lapak Aquafish, Ahmad Fatkhur Rohman.
Pedagang asal Desa/Kecamatan Ngadiluwih ini mengaku sejak sentra PKL dibuka respons masyarakat terhadap sentra PKL cukup positif. Pada hari pertama pembukaan setra tersebut, Minggu (22/6), Ahmad bisa meraup omzet hingga Rp500 ribu dari penjualan ikan ikan guppy, mori, cupang, dan koi.
Tak hanya itu, pada hari-hari berikutnya, yakni Senin hingga Rabu, ia masih mampu mengantongi omzet harian sebesar Rp200 ribu. Sedangkan, saat ditemui hari ini pukul 13.30 WIB, ia masih mengantongi omzet Rp100 ribu.
“Alhamdulillah gebrakannya sangat bagus,” kata Ahmad saat ditemui di lokasi, Kamis (26/6/2025).
Menurut Ahmad, lokasi strategis Sentra PKL SLG menjadi salah satu faktor kunci meningkatnya penjualan. Letaknya yang mudah dijangkau membuat sentra ini ramai dikunjungi. Sentra ini diakui menjadi titik temu idela, terutama bagi pembeli dari luar kota yang kesulitan datang langsung ke rumahnya.
Pria berusia 32 tahun ini keberadaan sentra ini sebagai peluang emas untuk memperluas jangkauan pasarnya. Sebelumnya, penjualan produk ikan hiasnya lebih banyak dilakukan dari rumah secara langsung atau melalui media sosial.
“Kalau saya sedang jaga di lapak, ada istri dan anak yang membantu jualan di rumah,” ucapnya.
Di sisi lain, meski baru sebagian pedagang yang telah mulai membuka lapak, namun dari ratusan lapak yang tersedia, telah lebih dari separo dari jumlah lapak telah ada yang mendaftar untuk menempati.
Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Kediri Santoso menyampaikan, secara keseluruhan di kawasan sentra PKL Simpang Lima Gumul tersebut terdapat 212 lapak yang dibagi atas zona ikan dan tanaman hias, zona Usaha Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM), serta zona aneka satwa.
“Untuk zona ikan dan tanaman hias ini pedagang yang daftar untuk menempati sudah 80 persen dari 92 lapak yang disediakan,” terangnya.
Kemudian, dari 47 lapak yang disediakan pada zona UMKM, jumlah pedagang yang mendaftar untuk menempati hingga saat ini telah mencapai 100 persen. Adapun, untuk zona satwa dari 73 lapak yang disediakan, baru 40 persen yang mendaftar untuk mengisi.
“Kita masih membuka pendaftaran bagi warga masyarakat Kabupaten Kediri yang ingin berjualan dan belum mendapatkan lapak bisa menghubungi bagian perekonomian,” tambahnya.
Mengingat masih banyak lapak yang belum beroperasi di hari pertama pembukaan tersebut, Santoso mengimbau kepada semua pedagang yang telah mendaftar dan mendapatkan lapak untuk segera dapat mengoperasionalkan lapaknya masing-masing.ind



